PASURUAN, Radar Bromo-Retribusi parkir tepi jalan di Kota Pasuruan, terealisasi minim. Sampai pertengahan tahun, capaiannya hanya Rp 210 juta.
Jauh dari target yang dibebankan oleh pemkot pada pihak ketiga sebesar Rp 5 miliar. Pihak ketiga, CV Pasuruan Madinah selaku pengelola jasa pungut beralasan masyarakat yang bepergian turun.
Capaian retribusi tahun ini seolah mengulang capaian buruk tahun lalu. Pada 2024, sampai akhir tahun, retribusi parkir juga minim.
Hanya menyumbang Rp 170 juta dari target Rp 5 miliar ke kas daerah. Pada tahun lalu, pemkot sampai mem-black list lima rekanan yang dinilai tidak profesional.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kota Pasuruan, Andriyanto mengatakan, atas minimnya realisasi parkir tepi jalan ini, pemkot sudah memberikan dua kali surat peringatan (SP) pada pihak ketiga pada Juni lalu. Dengan dua kali SP ini, artinya mereka mendapatkan bendera merah.
"Satu kali SP lagi, maka di-black list. Artinya dihentikan sebagai pihak jasa pungut. Dua kali SP ini sebagai peringatan atas minimnya retribusi parkir," katanya.
Andri-sapaannya menyebut ia kecewa dsngan capaian retribusi yang masih minim. Jauh dari komitmen CV Pasuruan Madinah saat pemaparan lalu saat ingin menjadi pihak jasa pungut.
Saat itu, mereka berkomitmen siap memberikan setoran Rp 5 juta dalam sehari. Artinya dalam sebulan, ada Rp 150 juta yang diberikan ke kas daerah.
Tapi, ternyata, setoran yang diberikan jauh dari komitmen awal. Di awal tahun, rata rata sehari, mereka menyetor Rp 1 juta, saat Ramadan ada kenaikan menjadi Rp 1,5 juta per hari, namun beberapa pekan ini turun menjadi Rp 800 ribu.
"Ternyata tidak sesuai komitmen. Dengan adanya dua kali SP ini kami minta agar ada pembenahan. Diupayakan agar baik," kata Andri.
Di sisi lain, Steven Kusumanegara, Direktur CV Pasuruan Madinah membenarkan setoran yang diberikan pihaknya ke kas daerah baru Rp 210 juta.
Kondisi ini disebabkan banyak hal. Beberapa bulan ini memang ada penurunan daya beli masyarakat. Sementara, parkir yang ramai itu hanya ada di dekat pusat perbelanjaan. Di Pasar Besar dan seputar Alun-alun Pasuruan.
Selain itu, pihaknya tidak pernah menyampaikan komitmen Rp 5 juta pada Dishub. Mengingat jumlah penduduk kota pasuruan hanya 214 ribu. Target Rp 5 miliar itu sebenarnya tidak masuk akal. Untuk menyetor Rp 3 juta sehari masih menungkinkan.
"Masyarakat yang bepergian turun. Otomatis setoran dari juru parkir ke kami juga turun. Tidak pernah kami komitmen Rp 5 juta sehari," jelas Steve. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid