PASURUAN, Radar Bromo - Cuaca yang tidak menentu membuat produksi garam di Kota Pasuruan terganggu. Sejumlah petani yang mulai mencoba memproduksi, hasilnya gagal.
“Garam bergantung sama cuaca panas. Kalau tidak optimal, tidak akan berhasil. Sampai Juli panas belum merata,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Muallif Arif.
Karena itu, sebagian petani memilih menunggu cuaca bersahabat. Ia memprediksi, luas areal tanam garam tahun ini tetap sama seperti tahun lalu.
Selama ini, ada enam kelompok usaha garam di Kota Pasuruan. Dengan luas lahan 107,89 hektare. Paling banyak di Kecamatan Panggungrejo.
Rinciannya, empat kelompok di Kecamatan Panggungrejo dengan luas lahan 71,32 hektare. Lalu, satu kelompok di Kecamatan Bugul Kidul dengan luas lahan 23,37 hektare. Serta, satu kelompok berasal dari Kecamatan Gadingrejo, yang memiliki luas lahan 13,3 hektare.
“Meski cuaca tidak menentu, tapi kami optimistis hasil produksi garam tahun ini setidaknya seperti tahun lalu. Mencapai 5.967 ton,” ujarnya. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando