LEKOK, Radar Bromo-Upaya pencarian korban terakhir perahu pemancing yang terbalik di perairan Lekok, tuntas sudah.
Petugas memastikan, jenazah lelaki yang ditemukan di perairan Madura, adalah Kariman. Pemancing yang hilang setelah insiden perahu terbalik di Lekok.
Kepastian itu terungkap setelah kepolisian mencocokan identitasnya dengan beberapa ciri-ciri. Mayat yang ditemukan pada Kamis (17/7) petang dipastikan adalah Kariman, 60, warga Desa Branang, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Pengungkapan jenazah Kariman juga melalui beberapa proses. Pertama, memang terdapat ciri yang sesuai dengan diri korban dengan apa yang disebut keluarga, yakni bekas luka pada kaki dan baju yang dikenakan korban.
Kedua, kevalidan melalui hasil pemeriksaan ante mortem oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.
Pemeriksaan jenazah dilakukan di RS Bhayangkara Surabaya. Setelah dipastikan Kariman, jenazah dipindahkan ke RS Bayangkara Porong, kemarin.
“Sudah, Mas. Jenazah sudah dijemput keluarga,” kata Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno.
Edy menyampaikan, memang awalnya pihaknya membutuhkan proses untuk mengungkap siapa jenazah tersebut.
Meski keluarga meyakini dari ciri-ciri jaket yang dikenakan, kepolisian memerlukan kepastian. Sehingga jenah dibawa ke RS Bhayangkara.
Pengungkapan identitas jenazah tersebut adalah Kariman sudah melalui proses secara primer dan sekunder.
Hasilnya sukses terungkap jenazah tersebut adalah Kariman. “InsyaAllah dimakamkan nanti oleh keluarganya,” ujarnya.
Sebelumnya, pencarian Kariman dilakukan sejak hari pertama setelah insiden perahu terbalik, pada Minggu (13/7).
Hingga hari keempat, pencarian tuntas karena tiga korban yang hilang, sudah ditemukan semua.
Koordinator Tim Sar Gabungan Gani Wiratama menyatakan, jenazah Kariman ditemukan Kamis (17/7) pukul 15.35.
Mulanya, pihaknya mendapat informasi ada temuan jenazah di perairan Madura, tepatnya di Bangkalan.
Informasi itu juga ditelusuri kepolisian. Polairud Pasuruan Kota dan Biddokkes Polres Pasuruan ikut meluncur untuk memastikan, hingga jenazah yang ada di selat Madura dipastikan korban terakhir yang dicari tim SAR Gabungan, atas nama Kariman alias Daiman,. “Sudah dapat informasi mas. Sudah A1 jenazah itu Kariman,” ujarnya.
Sebelumnya, Sahal, 36, putra pertama Kariman mengungkapkan keyakinannya saat kali pertama meihat video dan foto yang ditunjukkan oleh Tim SAR Gabungan. Ada kesamaan jaket yang dikenakan korban. Yakni, jaket jenis hoodie bertuliskan “Darkness Eye” yang sangat tak asing baginya.
“Jaket yang dipakai itu saya yang beli. Kami yakin bahwa itu adalah ayah saya,” ungkap Sahal saat di temui di Posko SAR yang berada di pantai Pasir Panjang, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kamis (17/7) petang.
Dari sejumlah informasi yang didapatkan, jasad kali pertama ditemukan oleh nelayan setempat. Posisinya berada di perairan laut Desa/ Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Jenazah ditemukan sekitar jam 11.00. Posisinya saat itu mengambang dengan tubuh tertelungkup. Oleh nelayan tersebut, temuan itu langsung dilaporkan aparat desa tempat ia tinggal. Terjalinlah komunikasi antara pihak Desa Modung dengan Desa Wates.
Makhrus, 51, Kepala Desa Wates beberapa kali menerima telpon mengenai posisi terbaru dari sana.
“Usai dapati informasi itu, kami langsung cepat melaporkan ke tim di posko untuk segera ditindaklanjuti,” kata Makhrus.
Usai menerima laporan itu, Tim SAR Gabungan, terutama unsur dari Basarnas, Polsek Lekok dan Sat Polairud Polres Pasuruan Kota langsung berkoordinasi dengan kepolisian wilayah sana. Selang beberapa waktu kemudian, sejumlah petugas dibantu nelayan sekitar kembali bergerak menuju titik temuan awal.
Namun, jasad sudah mengalami pergeseran. Mereka pun tak henti melakukan penyisiran. Tepat sekitar jam 16.00, jenazah akhirnya kembali ditemukan. Letaknya makin mendekati daratan.
Kira-kira 500 meter dari daratan pesisir Desa Modung. Jasad korban lantas berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Bangkalan. (zen/ube/fun)
Editor : Abdul Wahid