GRATI, Radar Bromo-Pencuri menyatroni SDN Kalipang 1 Grati, Kabupaten Pasuruan. Beruntung, kali ini belum ada barang yang belum berhasil dibawa kabur maling.
Aksi percobaan pencurian itu terjadi Sabtu (12/7) malam. Seorang pria tak dikenal tersebut melubangi tembok bagian belakang sekolah.
Pria yang diduga pelaku pencurian itu usai masuk dari dapur, kemudian ke ruang guru dan mencari barang yang akan dicurinya.
Namun si pelaku tidak sempat mengambil barang di sekolah tersebut.
Saat pelaku mencari barang, aksinya terburu kepergok Solikha 50 Pembantu Pelaksana Sekolah Dasar (PPSD) di sekolah dasar tersebut, yang kebetulan istirahat di rumah dinas sekolah.
Pihak sekolah pun langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Grati. Terduga pelaku masih dalam penyelidikan.
Informasinya aksi pencurian tersebut bukan kali ini saja terjadi. Tercatat sudah delapan kali sekolah setempat disatroni maling. Anehnya, pencurian terjadi setiap pergantian kepala sekolah.
Nah, kebetulan SDN Kalipang 1 Grati juga baru berganti kepala sekolah. Kepala sekolah saat ini, tercatat baru bekerja pada 1 Juni lalu.
“Kali ini tidak ada barang dicuri. Dilihat dari CCTV, pelaku kayaknya mencari uang. Dan sudah beberapa kali terjadi, sudah 8 kali kejadian, anehnya pencurian terjadi saat pergantian kepala sekolah,” kata guru kelas 4 UPT Satuan Pendidikan SDN Kalipang 1 Grati, Eko Budi.
Sebelum-sebelumnya, sejumlah barang di sekolah setempat pernah dicuri. Mulai pompa air, televisi dan barang elektronik lainnya, hingga sofa.
Eko menjelaskan, pembongkaran tembok dapur sekolah itu Sabtu lalu terjadi pukul 23.56.
Pelaku seorang diri masuk dari lubang yang dibongkarnya. Posisi tembok di belakang sekolah. “Belakang sekolah itu sawah, tanamannya tebu,” sampainya.
Setelah masuk dari ruang dapur, kemudian pelaku menuju ke ruang guru. Disana pelaku yang memiliki ciri kurus tinggi bercelana pendek dan mengenakan topeng itu seperti mencari barang yang diincar.
Kebetulan juga sekarang ini sedang libur dan persiapan untuk mempersiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). “Semua guru dan kepala sekolah libur, di sekolah ada satu PPSD yang setiap malamnya di sekolah,” ujarnya.
Setelah beberapa menit, pelaku mencari barang incarannya, pelaku kemudian masuk ke ruang rumah dinas, yang kebetulan pada ruangan itu ada Solikha warga Kelurahan Grati Tunon, Kecamatan Grati, yang sedang istirahat.
Dan sebelumnya Solikha sudah menyadari ada orang masuk dan terbangun dari tidurnya. Keduanya pun berpapasan, pelaku itu pun kaget dan melarikan diri dari lubang tembok yang dibongkarnya. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi