Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jenazah Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama asal Gondangwetan Pasuruan Dipulangkan, Dikenali dari Kaus dan Pusar

Mokhamad Zubaidillah • Minggu, 13 Juli 2025 | 17:39 WIB

BERDUKA: Jenazah Muhlason saat tiba di rumah duka. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
BERDUKA: Jenazah Muhlason saat tiba di rumah duka. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
 

GONDANGWETAN, Radar Bromo-Tangis duka keluarga seketika pecah mengiringi kedatangan jenazah Muhlason (50), penumpang korban kecelakaan kapal laut KMP Tunu Pratama asal Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/7). 

Jenazah warga beralamatkan RT 01/ RW 01 Desa Brambang, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan tersebut tiba di rumah duka, rumah punden keluarga yang berada di Dusun Ngemplak RT 02 RW 03 Desa Kersikan, Kecamatan Gondangwetan sekitar pukul 13.30 WIB.

Jenazah diantar menggunakan unit mobil ambulans dari RSUD Blambangan-Banyuwangi.

Mukhammad Ali, 43, adik bungsu dari Muhlason menjelaskan bahwa jenazah korban di sengaja dipulangkan ke rumah punden atas permintaan sang ibu, Khofsah, 87.

Itu lantaran agar jenazah Muhlason tak jauh-jauh dari makam sang ayah, Almarhum Khusairi.

“Ibu menginginkan Mas saya dimakamkan di Kersikan sini. Dekat sama makam Ayah. Oleh karenanya, kami memutuskan untuk memulangkan beliau ke rumah ini,” jelas Ali saat ditemui di rumah duka kemarin.

Ali mengungkapkan, awal mula tahu kalau itu jasad Muhlason berawal dari kiriman video via whatsapp grup keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya Banyuwangi.

Dari video tersebut, salah satu anggota keluarga mengenali ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban terakhir kali. Yakni, mengenakan kaos dalam berwarna kuning dengan guntingan di pada bagian kerahnya.

“Dari situ kami meyakini bahwa itu adalah Mas Son (panggilan korban sehari-hari). Dari celana yang dipakai juga sama. Maka Jumat kemarin pihak kami langsung meluncur ke rumah sakit di Banyuwangi,” ungkapnya.

Keyakinan keluarga ternyata benar. Korban yang ada dalam video kiriman tersebut adalah Muhlason.

Selain kesesuaian pakaian yang melekat pada korban, ada ciri fisik tubuh yang menguatkan.

Yaitu, adanya pusar korban yang memiliki ciri khas tertentu. Yang hanya keluarga saja mengenalinya. Tak cukup itu itu, hasil tes DNA keluargapun sama.

Kepala Desa Brambangan, Toyyib (47) juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu anggota pihak keluarga korban juga telah menjalani serangkaian proses identifikasi para korban.

Termasuk tes DNA. Ia juga ikut serta mendampingi keluarga selama dua hari di Banyuwangi pasca musibah itu terjadi.

Diungkapkan olehnya bahwa, saat kecelakaan laut itu terjadi, warganya tersebut sedang dalam perjalanan mengirimkan hasil mebel ke Bali.

Rupanya, Muhlason tidak sendiri. Saat itu korban pergi ke Bali bersama Sakur (37), warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Diketahui bahwa Sakur yang hingga saat ini belum diketemukan itu merupakan juragannya Muhlason. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #gondangwetan #kmp tunu pratama