Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kesaksian Istri Korban Bondet di Nguling Pasuruan soal Latar Belakang Suami Racik Bondet dan Keretakan Rumah Tangganya

Inayah Maharani • Jumat, 11 Juli 2025 | 05:10 WIB
stri korban ledakan di Nguling Pasuruan, Ani saat ditemui di rumahnya di Desa Pamatan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Inset, Rumah di Sanganom yang terjadi ledakan (Foto: M Vikry Romadhoni
stri korban ledakan di Nguling Pasuruan, Ani saat ditemui di rumahnya di Desa Pamatan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Inset, Rumah di Sanganom yang terjadi ledakan (Foto: M Vikry Romadhoni

TONGAS, Radar Bromo-Polres Pasuruan Kota saat ini masih mendalami insiden senjata makan tuan; bondet meledak saat diracik di Sanganom, Nguling, Kabupaten Pasuruan. Meski begitu, sejumlah fakta terkuak.

Diantaranya latar belakang korban Saiful Rizal yang kini masih dirawat di RSUD Dr Soetomo lantaran alami luka parah, membuat bondet yang mencelakainya itu.

Kesaksian ini disampaikan istri korban, Ani, 29, pada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui di rumahnya, Kamis (10/7).

Belakangan Ani tahu, suaminya sengaja membuat bondet untuk menjaga diri. Hal ini tidak terlepas dari kondisi rumah tangganya yang diwarnai oleh kehadiran pihak ketiga.

Ani berkisah, pernikahan mereka sudah memasuki tahun ke-14. Empat belas tahun lalu saat menikah dengan Pur (panggilan Saiful Rizal), Ani bestatus janda beranak satu. Sementara Pur adalah duda tanpa anak.  

Begitu menikah, warga Dusun Winong, Desa Pamatan, Tongas, Kabupaten Probolinggo, itu tinggal di rumah suaminya di Sanganom.

Pernikahan mereka kemudian dikaruniai dua anak. Awalnya menurut Ani, pernikahan mereka berjalan tanpa ada masalah berarti.

Namun, seiring berjalannya waktu, Ani menyebut suaminya mulai sering selingkuh.

Ani sendiri sudah sering mengingatkan suaminya agar berhenti selingkuh. Namun, suaminya itu seolah tidak menghiraukan.

“Saya sakit hati karena suami sering selingkuh. Sudah saya ingatkan, tapi tetap saja selingkuh,” tuturnya.

Bahkan, kemudian suaminya itu selingkuh dengan seorang perempuan yang merupakan teman akrab mereka berdua. Sebut saja Mawar. Karena perselingkuhan itu, Mawar sampai bercerai dengan suaminya.

Setelah kejadian itulah, suaminya mulai memesan bahan pembuat bondet. Tujuannya untuk melindungi diri bila sewaktu-waktu diserang mantan suami Mawar.

Ani sendiri mengaku merasa dendam karena berkali-kali dihianati. Dia akhirnya iseng membalas perbuatan suaminya itu dengan cara yang sama. Sebulan belakangan, Ani sering chating dengan seseorang.

“Saya sering marah karena dia tidak berubah. Saya coba sabar, sampai akhirnya saya iseng-iseng membalas perlakuannya itu,” katanya.

Namun tak berlangsung lama. Pur akhirnya mengetahui hubungan Ani dengan lelaki tersebut, Sabtu (5/7). Pur pun langsung emosi.

Saat itu juga, dia mengantarkan Ani dan anak pertamanya pulang ke rumah orang tuanya.

Puncak kemarahan Pur terjadi Minggu malam (6/7), sekitar pukul 24.00. Saat itu, Pur kembali bertengkar dengan Ani via telepon.

Melalui telepon, Pur menegaskan enggan bercerai dengan Ani. Sementara Ani yang telanjur sakit hati, kekeh ingin menyudahi hubungan mereka. Alasannya, Ani mengaku lelah dengan prahara rumah tangga mereka.

“Dia kan sudah mengusir saya, bahkan sudah memulangkan saya ke ibu. Saya juga sudah capek, makanya saya tidak mau,” ungkapnya.

Saat itulah, Pur mengancam akan membondet Ani dan selingkuhannya. Namun, itu baru ancaman melalui telepon.

Barulah esok harinya, Senin (7/7) pagi, Ani mendengar kabar bahwa suaminya terkena ledakan diduga bondet. Dia pun sempat panik dan mengkhawatirkan kondisi dua anaknya.

Belakangan dia mengetahui, kedua anaknya saat kejadian tidur di rumah nenek mereka atau di rumah orang tua Pur. Semenjak memutuskan pisah rumah, kedua anak mereka memang tinggal dengan ayahnya.

“Kemudian siang harinya setelah kabar ledakan itu, saya dimintai keterangan oleh Polres Pasuruan Kota sebagai saksi.  Saya sudah jelaskan semua ke polisi apa yang saya tahu,” ujarnya.

Ani sendiri mengaku tidak tahu menahu dengan bondet yang diduga jadi sumber ledakan di rumah suaminya itu. Dia juga tidak tahu apakah bahan-bahan pembuat bondet yang dipesan suaminya benar-benar sudah dirakit atau tidak.  (ran/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#selingkuh #pasuruan #rsud dr soetomo #rumah tangga #Tongas #bondet #nguling #orang ketiga #bom ikan #probolinggo