Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tanah Umbulan Park di Winongan Pasuruan Bergerak, Apakah Karena Faktor Alam atau Konstruksinya?

Fuad Alyzen • Senin, 7 Juli 2025 | 18:00 WIB
BUKAN FAKTOR ALAM: Kondisi konstruksi bangunan di kolam yang bergerak ke atas di Umbulan Park.
BUKAN FAKTOR ALAM: Kondisi konstruksi bangunan di kolam yang bergerak ke atas di Umbulan Park.

WINONGAN, Radar Bromo- Warga di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan sempat dibuat heboh, Jumat (4/7) sore. Tanah di pemandian Umbulan Park tiba-tiba bergerak.

Kolam yang dibuat sebagai kompensasi megaproyek Umbulan terhadap warga ini sejatinya baru 2021 dibangun.

Fasilitas di dalamnya tidak hanya kolam renang dan peneduhnya. Tapi juga ada sarana bermain. Nah, tanah yang bergerak itu berada di tepian kolam.

Bergeraknya tanah itu menjadi perhatian BPBD Kabupaten Pasuruan yang beberapa waktu lalu sudah turun untuk memastikannya.

Karena berdasarkan informasi kejadian itu karena faktor alam. BPBD menilai bergeraknya tanah karena faktor konstruksinya.

Namun kejadian itu masih akan diteliti lagi. Karena kondisi saat ini dengan permukaan tanah di tepi kolam renang posisinya ke atas, dinilai membahayakan pengunjung.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 18.00.

Pedagang di pemandian yang menyaksikannya langsung awal pertama kejadian hingga dilaporkan dan sampai ke BPBD.

Begitu mendapat laporan langsung memastikan itu kejadian apa, pada Sabtu (5/7) pagi.

Setelah ke lokasi, kata Sugeng, dia mendapat laporan bahwa bergeraknya tanah bukan karena faktor alam. Melainkan karena konstruksinya sendiri.

“Saya masih belum memastikan pasti, penyebabnya itu karena apa. Tapi kelihatannya bukan karena faktor alam,” ujarnya.

Alasannya, Sugeng menjelaskan, tanah menggerak ke atas hanya pada bagian pembatas antar kolam.

Tidak menyeluruh pada lahan luas di area wisata tersebut. Apalagi disana bukanlah lokasi dataran tinggi.

Apalagi lokasi Umbulan park, jauh dari pemukiman. Jika dipantau sekilas, menurut Sugeng faktornya diduga karena tekanan air pada kolam renang tersebut.

Namun bisa jadi ada faktor lain yang memungkinkan membuat kondisi konstruksi menjadi bergerak ke atas. Sehingga pihaknya masih akan meneliti lagi penyebabnya karena apa.

Hal serupa juga diungkapkan Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin. Dengan tanah bergerak mengarah ke atas, kondisi itu membahayakan pengunjung. “Ini karena konstruksinya mas. Sepertinya bukan faktor alam,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, untuk sementara Umbulan Park ditutup sementara dan tidak operasional. Semuanya demi kenyamanan dan menghindari hal yang tak diinginkan. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#wisata pasuruan #megaproyek umbulan #umbulan park