PURWOSARI, Radar Bromo - Sudah jatuh ketiban tangga. Pepatah itu, sepertinya pas untuk menggambarkan apa yang menimpa Endang, 50, warga Dusun Pucang Pendowo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari ini.
Betapa tidak, sudah kehilangan suami yang dicintainya. Beras dan gula dari pelayat, malah diembat orang tak bertanggung jawab.
Kejadian itu menimpa korban, Sabtu (21/6) sekitar pukul 04.00.
Endang berkisah, kalau sembako tersebut, ditaruhnya di teras rumah. Sengaja tidak memasukkannya ke dalam rumah, lantaran merupakan adat di wilayahnya.
Sebelum tujuh hari, beras dan gula tersebut ditempatkan di teras rumah.
Namun, ia tak menyangka jika hal tersebut, malah membuat orang lain berbuat jahat.
Beras sebanyak dua karung dan gula setengah karung itu, justru amblas diembat maling.
"Beras dan gula yang hilang dicuri maling itu, dari orang - orang yang melayat kerumah saya. Saya memang sedang berkabung. Suami saya meninggal," kata Endang lirih, saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di rumahnya kemarin (23/6) pagi.
Pasca kejadian ini, pihaknya mengaku belum melaporkan ke polsek setempat. Sekaligus juga menyanyangkan aksi pencurian sembako miliknya, saat dirinya sedang berduka.
Terpisah, Kanitreskrim Polsek Purwosari Aiptu Dodik Waluyo mengaku belum memperoleh laporan tersebut.
"Belum ada laporan masuk terkait kejadian ini. Pastinya tetap kami tindaklanjuti sekaligus lidik untuk mengungkap pelakunya," kata Dodik. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin