PASURUAN, Radar Bromo-Volume sampah di kota Pasuruan, landai.
Sampai pertengahan tahun, rata-rata volume sampah yang diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Petamanan (DLHKP) sebanyak 106 ton per hari. Sama seperti tahun lalu.
Kepala DLHKP Kota Pasuruan, Samsul Rizal menyebut volume sampah di Kota Pasuruan tidak mengalami kenaikan.
Sama seperti tahun lalu, rata-rata sebanyak 106 ton per hari. Volume ini tergolong sedang.
Mayoritas didominasi oleh sampah rumah tangga di daerah perumahan dan kampung.
Landainya, volume sampah ini tidak terlepas dari upaya pemkot untuk menekan limbah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Volume sampah tahun ini sama seperti tahun lalu. Ini termasuk sedang untuk ukuran Kota Pasuruan," katanya.
Rizal-sapaan akrabnya menyebut, saat ini pihaknya mengejar target pengurangan sampah oleh produsen hingga 30 persen.
Tahun ini, baru sekitar 36 persen. Untuk itu, sejumlah upaya dilakukan, salah satunya menambah jumlah TPS 3R.
Sejauh ini baru ada 12 TPS 3R. Yakni di Kelurahan Tembokrejo, Bukir, Karanganyar, Purutrejo dan Krampyangan.
Lalu, Bugullor, Blandongan, Randusari, Karangketug dan Sebani. Masing-masing ada satu TPS 3R. Dan dua TPS 3 R di Kelurahan Gadingrejo.
TPS 3R ini, berfungsi untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Sampah yang bisa didaur ulang menjadi barang ekonomis langsung dipilah.
Sehingga tidak semua sampah rumah tangga di perumahan atau pemukiman dibawa ke TPA.
"Peran TPS 3R terus kami optimalkan. Di samping menambah jumlah TPS 3R secara bertahap di setiap kelurahan," tutur Rizal. (riz/one)
Editor : Fahreza Nuraga