PASURUAN, Radar Bromo - Lanjutan pembangunan Lapas Pasuruan baru di Jalan Ir Juanda Kota Pasuruan, belum jelas.
Hingga pertengahan tahun, pihak lapas belum menerima kabar dari pusat, terkait pengerjaan fisiknya. Lapas memilih menunggu pusat.
Kalapas IIB Pasuruan, Tri Wibawa Kristiana menyebut efisiensi mempengaruhi seluruh kebijakan. Termasuk lapas baru.
Namun beberapa waktu lalu, pusat memastikan jika lanjutan lapas tetap dianggarkan. Pusat mengalokasikan Rp 10,5 miliar.
Sayangnya, belum ada informasi terkait pelaksanaan fisiknya. Bisa jadi karena ada efisiensi, sehingga ada pengergeseran anggaran.
Dan prosesnya, mungkin tidak bisa secepat tahun lalu. Tahun lalu, fisiknya digarap Juli.
"Belum ada informasi dari pusat. Cuma pusat bilangnya tetap dilanjutkan. Hanya angggarannya dikurangi," jelasnya.
Bowo-sapaan akrabnya menyebut, rencananya pusat akan fokus membangun Poliklinik dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Sebab, disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Untuk fasilitas lain, seperti menambah blok hunian belum bias. Karena butuh anggaran besar.
Mantan Karutan Sampang ini menuturkan, banyak fasilitas dan sarana prasarana yang perlu dipenuhi.
Selain blok hunian, juga perlu membangun tempat ibadah, hingga rumah dinas bagi pejabat struktural.
Awalnya, direncanakan bisa dipenuhi 2026. Namun karena efisiensi, otomatis bisa lebih lama.
Menurutnya, dengan alokasi tahun ini, maka pusat telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 165 miliar untuk pembangunannya.
Rinciannya, tahap pertama dan kedua masing-masing digerojok Rp 50 miliar. Dan tahap ketiga yang dilakukan tahun lalu, dialokasikan Rp 55 miliar.
"Semoga tahun ini bisa dilanjutkan. Sebab, masih banyak yang butuh dilengkapi secara bertahap," sampainya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin