Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penataan Stasiun Pasuruan, Akses Steril dari Pedagang, Area Parkir Bakal Diperluas-Bangun Gedung untuk KA Logistik

Fuad Alyzen • Senin, 9 Juni 2025 | 17:02 WIB
DITATA ULANG: Stasiun Pasuruan yang akses keluar-masuknya harus steril dari pedagang. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
DITATA ULANG: Stasiun Pasuruan yang akses keluar-masuknya harus steril dari pedagang. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo–Pedagang yang nekat berjualan di trotoar dan akses masuk menuju Stasiun Pasuruan, dipastikan akan terus disterilkan.

Sebab, penataan Stasiun Pasuruan oleh PT KAI Daop 9 Jember segera dilakukan tahun ini.

Penataan akan dimulai dengan memperlebar area parkir dan membangun gedung untuk KA Logistik.

Rencananya, area parkir yang ada di halaman depan Stasiun Pasuruan itu akan diperluas ke arah timur. Sehingga nanti luas area parkir lipat dua dari kondisi saat ini.

Selama ini, area timur yang akan dipakai untuk area parkir itu dipakai berjualan oleh pedagang Pasar Besar Kota Pasuruan dengan cara sewa lahan. Totalnya ada 28 pedagang.

Manajer Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan, penataan stasiun Pasuruan itu akan dilakukan pada triwulan keempat.

Penggusuran pedagang Pasar Besar yang semula berjualan di kawasan stasiun, sudah dilakukan Senin (26/5).

Selanjutnya, mereka diminta pindah ke Pasar Besar dan Pasar Karangketug.

“Penataan memang lebih difokuskan pada bagian depan stasiun. Daop 9 akan memperlebar area parkir dan membangun tempat untuk logistik,” terang Cahyo.

Menurutnya, perluasan area parkir akan diawali dengan pembangunan pagar.

Pagar stasiun akan dibangun menggunakan ram besi dengan ketinggian kurang lebih satu meter, agar lanskapnya terlihat. Lalu di sisi timur area parkir akan dibangun tempat untuk logistik.

Selanjutnya, akan dibangun taman di area parkir tersebut. Ada pun lokasi dan luas taman menyesuaikan.

“DED rehab bagian depan Stasiun Pasuruan ini sudah ada. Tinggal pelaksanaan pembangunannya saja dilakukan tahun ini,” tuturnya.

Sebagai informasi, puluhan pedagang yang menempati trotoar dan akses masuk ke Stasiun Pasuruan dipaksa pindah.

Senin (26/5), lapak para pedagang ini dibongkar paksa, bahkan ada yang dirobohkan menggunakan ekskavator.

Penertiban dilakukan khusus bagi pedagang yang menempati trotoar dan akses masuk stasiun. Tercatat, ada 36 lapak yang dibongkar.

Mayoritas bangunan berbentuk semipermanen. Di antaranya, sekitar 28 lapak di sisi timur Pasar Besar dan sekitar 8 lapak di sisi barat Pasar Besar.

Pembongkaran dilakukan karena PT KAI Daop 9 Jember bersama Pemkot Pasuruan berusaha melakukan penataan di kawasan Stasiun Pasuruan.

Cahyo Widiantoro mengatakan, agenda tersebut sebagai upaya menciptakan kawasan stasiun yang tertib, nyaman, dan layak bagi seluruh pengguna jasa kereta api.

Kata Cahyo, penataan kawasan ini penting. Terlebih potensi dan pertumbuhan Stasiun Pasuruan yang kian meningkat.

Jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasuruan terus tumbuh signifikan.

Pada 2023, sebanyak 53.637 penumpang naik dari Stasiun Pasuruan. Pada 2024, melonjak menjadi 62.395 penumpang.

Pada periode Januari-Mei 2025, jumlah penumpang telah mencapai 25.616 orang.

Naik sekitar 2 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 24.991 penumpang. KAI optimistis jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan perbaikan sarana dan prasarana. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kai #sterilisasi #stasiun pasuruan #kereta api #pedagang #daop 9