LUMBANG, Radar Bromo - Kecelakaan yang menewaskan UB, 19, warga Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, akibat rem blong, Minggu (1/6), memicu perhatian. Sebab lokasi setempat, dinilai rawan dan membutuhkan rambu lalu lintas.
Terlebih, lokasi tersebut ternyata bukan hanya sekali menelan korban. Karena sudah ada rentetan kecelakaan yang terjadi sebelumnya.
Bahkan, insiden yang terjadi, mirip dengan yang menimpa UB dan MA.
Kepala Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Samsudin menguraikan, Jembatan Klasem memang sangat berbahaya. Karena setelah jalan turun curam juga ada tikungan yang tajam.
Ia mencatat, selama menjabat sebagai kepala desa, sudah empat kali insiden kecelakaan terjadi.
“Dua kali insiden menyebabkan meninggal dunia. Termasuk Minggu kemarin. Sebelum itu, pasutri asal Desa Karangasem, Kecamatan Lumbang, turut menjadi korban, karena remnya blong,” ungkap dia.
Sementara, dua kejadian lainnya, pengendara selamat. Hanya saja, mereka jatuh ke sungai hingga kedalaman 7 meter. Dan kendaraan alami kerusakan.
Menurutnya, tembok pada jembatan terlalu dangkal. Saat ada kendaraan yang alami rem blong, lokasi yang menjadi sasaran penahan ketika laju sedang cepat, hanya tembok atau buk tersebut.
Sehingga, saat kendaraan menabrak tembok, pengendara selalu terpental dan jatuh ke sungai.
Karena itu, ia memandang, tembok Jembatan Klasem, membutuhkan peninggian. “Perlu jaring kawat seperti di jembatan tol atau semacamnya,” imbuh dia.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati menyampaikan, pihaknya sudah memasang guardrail pada sisi tepi jalan di lokasi kejadian, pada 2023 lalu.
Tujuannya untuk pengamanan lalu lintas di sana. “Sudah terpasang guardrail untuk pengamanan lalu lintas,” katanya.
Namun pihaknya perlu mengecek ulang. Apa yang membuat bahaya lintasan di sana. “Kami akan cek ulang, bagaimana kondisi di sana,” sampainya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin