PURWOREJO, Radar Bromo - Tim SAR Gabungan tak berhasil menemukan Mukhammad Syawali, 3, asal Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan yang hilang diduga terhanyut Sungai Gembong beberapa pekan lalu.
Bahkan, hingga akhirnya pencarian itu pun dihentikan. Hal ini membuat pihak kepolisian memilih untuk melakukan pendalaman.
Kapolsek Purworejo Kompol Mulyono mengatakan, kasus hilangnya korban masih pendalaman. Hanya saja kasus ini sudah ditangani Polres Pasuruan Kota.
“Kasus ini sudah diurus Polres Pasuruan Kota. Dari Polsek juga ikut melakukan pencarian,” katanya.
Sesuai SOP BPBD Kota Pasuruan, waktu pencarian sudah mencapai batasnya.
Hasilnya, BPBD tidak menemukan keberadaan korban. Karena itu, pihaknya melanjutkan pencarian.
Langkah pencarian yang dilakukan, berdasarkan SOP kepolisian. Yakni melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban dan kerabat dekatnya.
“Namun ini sudah ditangani Polres Pasuruan Kota,” ujarnya.
Sebab, hilangnya korban memunculkan spekulasi lain. Banyak masyarakat yang berasumsi, bahwa korban menghilang bukan karena terhanyut aliran air di sungai. Melainkan dibawa orang.
“Memang ada yang berasumsi seperti itu. Tapi, dalam hukum harus ada penyertaan bukti. Makanya, penyelidikan ini kami lakukan,” tukasnya.
Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kasus ini.
Beberapa saksi akan dipanggil, untuk dimintai keterangannya. “Kami akan menyelidiki, setelah proses pencarian dari Polsek selesai,” sampainya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin