Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perencanaan Rehab Jembatan Karangjati Anyar Pasuruan Dikebut, Bulan Ini DED Harus Rampung

Muhamad Busthomi • Kamis, 29 Mei 2025 | 18:35 WIB
BAKAL DIREHAB: Jembatan di Desa Karangjati Anyar yang ambruk, beberapa waktu lalu. Pemkab Pasuruan mengalokasikan dana hingga Rp 3,5 miliar untuk pembangunan jembatan yang lebih kokoh.
BAKAL DIREHAB: Jembatan di Desa Karangjati Anyar yang ambruk, beberapa waktu lalu. Pemkab Pasuruan mengalokasikan dana hingga Rp 3,5 miliar untuk pembangunan jembatan yang lebih kokoh.

WONOREJO, Radar Bromo - Warga Wonorejo, khususnya di sekitar Desa Karangjati Anyar, bisa sedikit bernapas lega.

Setelah jembatan vital itu ambruk diterjang banjir bandang, Pemerintah Kabupaten Pasuruan kini tancap gas untuk segera memperbaikinya.

Tak tanggung-tanggung, anggaran Rp 3,5 miliar sudah diusulkan untuk membangun jembatan yang lebih kokoh.

Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, menegaskan, pihaknya sudah mulai action dengan menyusun perencanaan. Ini adalah langkah krusial untuk mempercepat proses perbaikan.

“Perencanaannya sudah kami ajukan, setelah asesmen beberapa waktu lalu dengan tim BPBD,” kata Eko.

Fokus utama saat ini, adalah finalisasi penyusunan detail engineering design (DED).

Targetnya, DED ini harus rampung bulan ini juga. Jika DED kelar tepat waktu, proses lelang proyek perbaikan bisa langsung dilanjutkan.

“Lebih cepat asal lancar. Apalagi menyangkut urgensi jembatan untuk akses pendidikan dan kesehatan warga,” tegasnya.

Untuk mempercepat realisasi, Pemkab bahkan berencana menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Mengingat ini adalah urusan kebencanaan. Sementara menunggu jembatan permanen rampung, warga sekitar terpaksa menggunakan jembatan darurat.

Kondisi ini tentu saja kurang memadai dan rawan bahaya. Apalagi saat musim hujan atau saat aktivitas warga meningkat.

Lutfi, salah seorang warga setempat, mengaku sangat bersyukur bila pemerintah cepat tanggap terhadap persoalan ini.

“Jembatan ini menjadi akses penting bagi warga. Baik untuk aktivitas sekolah anak-anak, berobat ke fasilitas kesehatan, maupun untuk mobilitas sehari-hari,” ungkapnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pemkab pasuruan #jembatan ambruk