Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penjelasan Kolatmar di Grati Atas Insiden Warga Lekok yang Terkena Peluru, Simak Pula Penjelasan Rumah Sakit Atas Kondisi Korban

Fuad Alyzen • Kamis, 29 Mei 2025 | 01:12 WIB

 

DI TKP: Sayati saat dievakuasi menggunakan pikap milik warga. Kanan, Sayati saat mendapat perawatan di RSUD Grati.
DI TKP: Sayati saat dievakuasi menggunakan pikap milik warga. Kanan, Sayati saat mendapat perawatan di RSUD Grati.

 

LEKOK, Radar Bromo- Sayati, 54, warga RT 2/RW 15, Dusun Asem Sepuluh, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, sempat mengerang kesakitan karena terkena peluru nyasar.

Itu dialaminya saat asyik ngobrol dengan saudaranya. Dia terkena peluru milik TNI Angkatan Laut (AL) yang sedang latihan di Dusun Semongkrong Barat, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok.

Atas insiden itu, Pasintel Kolatmar Letkol Marinir Untung Subagyo membenarkan insiden tersebut. Hanya saja korban hanya alami luka ringan.

Dari hasil pemeriksaan dokter, beber Untung, tidak ada luka dalam. Hanya kulit tergores karena peluru yang panas.

Pagi itu,  memang sedang digelar latihan penembakan. Namun itu bukan dari Kolatmar. Melainkan Kodikmar Surabaya sejak pagi sampai siang.

Untung bilang, latihan digelar di tempat pelatihan tembak. Rencananya, Kodikmar mau latihan menembak laras panjang dan pendek maupun mortir.

Kebetulan ada latihan penembakan general-purpose machine gun (gpmg) dari Kodikmar Surabaya.

Bagaimana dengan versi korban yang kabarnya sampai mencabut peluru? Soal itu, Untung Subagyo tak bisa berkomentar banyak.“Jadi terkait cerita yang gamblang, saya tidak bisa komentar. Karena saya tidak di sana,” ujarnya.

Namun berdasarkan informasi waktu itu, peluru itu jatuh kemudian mengenai paha korban. Dan itu bukan luka masuk ke dalam kulit. Hanya tergores karena peluru panas.

“Kekuatan pelurunya itu sudah hilang, jatuh akhirnya mengenai paha korban,” sampainya.

Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Dan biaya pengobatannya akan ditanggung penyelenggara latihan.

Sementara itu, Humas RSUD Grati Ikka Dheby Kardian mengatakan, korban tidak mengalami luka serius. Kondisinya baik-baik saja. “Informasinya tadi (kemarin, red) korban sudah boleh pulang,” katanya.

Peristiwa ini mendapat perhatian anggota dewan, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Eko Suryono. Dirinya sangat prihatin yang mendalam karena insiden serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut.

“Terhitung sejak 2019 hingga 2025, sudah empat kali terjadi. Bahkan pada 2023, ada rumah warga yang terkena mortir nyasar,” sampainya.

Menurutnya, pemerintah harus hadir dan mencari solusi konkret atas kejadian berulang ini. Ia menilai perlu adanya evaluasi tata ruang wilayah, terutama terkait status kawasan militer di sekitar Alastlogo.

“Saya melihat ada celah yang harus diselesaikan. Pertama, buka kembali tata ruang. Jangan jadikan wilayah Alastlogo dan sekitarnya sebagai wilayah militer karena tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, pentingnya pendekatan yang berpihak kepada warga. Pemerintah harus hadir untuk rakyat. Ini yang paling penting.

“Saya akan mengawal terus kebijakan agar rakyat tidak menjadi korban atau tumbal dari fenomena yang terjadi,” katanya. (zen/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#lahan sengketa #kolatmar #peluru nyasar #tni