LEKOK, Radar Bromo-Lagi-lagi ada warga terkena peluru di Kecamatan Lekok. Setelah tahun 2019 warga Desa Semedusari, Selasa (27/5) siang insiden serupa terjadi di Desa Pasinan.
Kali ini yang korbannya adalah Sayati, 54, warga RT 2/RW 15, Dusun Asem Sepuluh, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga: Warga di Lekok Terserempet Peluru Nyasar saat Bercengkrama di Dalam Rumah
Itu dialaminya saat asyik ngobrol dengan saudaranya, dia terkena peluru nyasar MILIK TNI Angkatan Laut (AL) yang sedang latihan di Dusun Semongkrong Barat, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok.
Peluru mengenai paha kirinya. Korban langsung pingsan seketika. Dia lantas dievakuasi ke RSUD Grati untuk penanganan. Sayati tak menderita luka serius.
Baca Juga: Mahasiswa Kena Peluru Nyasar, TNI AL Tanggung Biaya Pengobatan
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi pukul 10.00. Saat itu korban dari rumahnya pergi ke Desa Pasinan untuk mengambil rumput, pakan ternaknya. Korban berjalan kaki dari rumahnya sejauh 300 meter.
Setelah mengambil rumput di tepi jalan itu, korban lalu mengambil sayuran kelentang yang tak jauh dia mengambil rumput. Dia mengambilnya dengan menggunakan galah.
Selesai mengambil sayur kelentang, korban hendak pulang berjalan kaki. Sejauh lima meter, dia bertemu saudara kandungnya yakni Mariyono 42 warga Desa Pasinan yang dating dengan menggunakan motor.
“Hei mau kemana. Disini dulu ngobrol,” kata Sayati yang saat itu ditemui di RSUD Grati.
Mereka berdua lalu ngobrol. Setelah itu datanglah saudara sepupunya yakni Arsi, 50, yang juga warga Desa Pasinan, Kecamatan Lekok. Dia berjalan kaki dan posisinya saat itu juga sedang mencari rumput.
“Karena kangen. Jadi ngobrol dulu sembari berdiri,” kata korban Sayati.
Di waktu yang sama anak Arsi yakni, Ika 19 datang mengendarai motor untuk menjemput ibunya. Dalam posisi itu, Ika juga bergabung di gerombolan di tepi jalan itu.
Tak lama kemudian, tiba-tiba peluru nyasar mengenai bagian paha kiri Sayati.
“Rasanya sakit Le. Saya langsung terkapar dan mau pingsan. Karena saya belum makan sebelum cari rumput. Sakit kayak digigit ular,” sampainya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Korban mengaku, saat peluru menancap di pahanya, dia berusaha menutupi darahnya sembari menahan sakit.
Karena sakit, dia mengaku berupaya mengeluarkan peluru itu. Saat itulah Sayati mengaku penglihatannya kabur hingga akhirnya pingsan.
“Saya sudah tua Le. Saya ingat itu (mati, red). Perut dan kepala langsung sakit,” ujarnya.
Baca Juga: Yonzipur 10 Irit Bicara soal Insiden Peluru Nyasar di Semedusari
Menurut warga, Sayati dievakuasi menggunakan pikap milik warga sekitar. Dia lantas diantarkan dan ditangani dokter di UGD RSUD Grati. “Sekarang (Selasa sore, red) rasanya masih sakit. Kalau bilang mendingan, ya gimana ini masih sakit,” ucapnya.
Mariyono yang menjadi saksi mengatakan, saat dirinya mengobrol dengan korban yang merupakan kakaknya, tiba-tiba korban terkapar dan berdarah. Ternyata itu adalah peluru nyasar.
Baca Juga: Insiden Peluru Nyasar Bukan Pertama Kali, Dewan Berharap ada Solusi
Katanya, kebetulan di sekitarnya dekat dengan rumah warga. Korban pun langsung dievakuasi menggunakan pikap milik warga. “Di dekat lokasi ada bengkel. Di sana ramai. Ya langsung berkerumun warga disana,” kata warga Desa Pasinan ini.
Versi Mariyono, ketika kejadian, peluru masih menancap di paha kirinya. Korban langsung berusaha untuk mengeluarkannya dengan cara dipencet. “Dipencet itu Mas. Kedalaman lukanya satu sentimeter. Ini saya masih menunggu mbak di RSUD,” tuturnya. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto