PASURUAN, Radar Bromo - Pencarian balita asal Pleret, Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan yang hilang di sekitar Sungai Gembong, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan masuk hari keenam, Sabtu (24/5).
Tepat di hari keenam pencarian balita yang hilang saat ditinggal sang ibu buang air besar di sungai itu, bertepatan dengan kelahiran korban. Sang balita bernama Mukhamad Syawali itu lahir pada 24 Mei 2022.
Rupanya kalender kelahiran Syawali itu banyak jadi patokan warga, agar sang balita segera ditemukan.
Sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, warga banyak berjaga dan ikut membantu pencarian di sekitar lokasi sungai.
Pihak keluarga dan warga berharap sang balita segera ditemukan.
Tampaknya, kalender kelahiran Syawali ini banyak dijadikan patokan oleh warga dan berharap segera ditemukan. Sejak Jumat malam, penduduk sekitar berjaga sembari melakukan pencarian di sekitaran lokasi hilangnya korban.
Sulton, ketua RT 06 RW 05 mengungkapkan bahwa, semalaman ia mendampingi warganya "melek-an" di sekitaran sungai.
Menurutnya, sejak siang di hari kelima hilangnya korban, tak sedikit masyarakat sekitar meyakini bahwa korban akan ketemu pada hari keenam.
Itu didasari oleh keterangan dari beberapa "orang pintar." Disebutkan bahwa hari keenam pasca hilangnya Ali (panggilan korban sehari-hari) akan muncul saat weton kelahirannya, yakni Sabtu (24/5/2025).
Tak heran jika, sejak kemarin hingga hari ini, masyarakat setempat kembali melakukan pencarian di sekitaran lokasi keberadaan terakhir korban.
Mereka tak hanya memantau di sekitar aliran sungai, namun juga di daratan.
Yakni, bantaran beradius 50 meter sekitaran sisi barat sungai. Menurut warga setempat lokasi dimana hilangnya Ali memang terbilang cukup werit alias angker.
Samping kanan kiri sungai penuh ditumbuhi rimbunan pohon bambu yang rapat dan sedikit gelap.
Selain itu, di sisi selatannya lagi merupakan lahan kosong yang dipenuhi tanaman liar. Namun, hingga Sabtu petang, korban tak kunjung ditemukan.
"Maklumlah, Mas. Masyarakat sini masih meyakini hal-hal itu. Hasil dari orang-orang pintar itu menyebutkan kalau korban ini masih disembunyikan makhluk ghoib. Dan bahkan katanya tidak di sungai. Tapi di daratan sekitaran sini," ungkap Sulton saat ditemui sore kemarin.
Tak hanya orang tua korban, para tetangga hingga masyarakat kampung lokasi hilangnya korban pun berharap agar Syawali segera ditemukan. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi