Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Balita Hilang saat Ditinggal BAB Ibunya di Sekitar Sungai Gembong Pasuruan Masih Misteri, Telusuri hingga Kraton

Fuad Alyzen • Kamis, 22 Mei 2025 | 04:15 WIB

 

 

HARI KEDUA: Pencarian balita yang hilang saat ditinggal ibunya BAB di sekitar sungai Gembong, Pasuruan, Rabu (21/5). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
HARI KEDUA: Pencarian balita yang hilang saat ditinggal ibunya BAB di sekitar sungai Gembong, Pasuruan, Rabu (21/5). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

PURWOREJO, Radar Bromo Pencarian Mukhammad Syawali, 3, yang hilang di pinggir Sungai Gembong, Kota Pasuruan, memasuki hari kedua. Namun, Rabu petang (21/5), balita itu belum ditemukan.

Pencarian hari kedua itu melibatkan petugas lebih banyak dibandingkan hari pertama. Tidak hanya Polairud Polres Pasuruan dan BPBD Kota Pasuruan yang terlibat.

Ada juga tim Basarnas Jatim, Tagana Kabupaten Pasuruan dan Lumajang, Polres Pasuruan Kota, dan BPBD Kabupaten Pasuruan. Juga tim SAR Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Pencarian lantas dibagi menjadi tiga regu. Masing-masing regu terdiri atas 12 petugas dan tiga perahu.

Di masing-masing perahu ada empat petugas gabungan, yaitu dari Basarnas, BPBD, dan tim SAR Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Setiap regu menyisir lokasi sejauh 2 kilometer. Di masing-masing pos ada yang nunggu, semuanya relawan dan kepolisian. Jadi total semua yang melakukan penyisiran sebanyak 36 petugas.

Regu pertama melakukan pencarian di lokasi terakhir korban hilang. Yaitu, di RT 06/RW 05, Dusun Temenggungan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Sedangkan dua regu lainnya mencari di wilayah Pelabuhan Pasuruan. Termasuk Polairud Polres Pasuruan.

“Kami melanjutkan pencarian korban di hari kedua ini dengan membagi tim menjadi tiga regu. Pencarian dilakukan mulai pagi sampai sore. Namun, hasilnya masih nihil,” terang Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Ary Wikiono.

Di hari kedua itu, petugas juga mendapat informasi dari nelayan bahwa ada jasad bayi mengambang di perairan Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Saat itu juga, petugas menuju perairan Kisik untuk menindaklanjuti informasi itu. Namun, tidak ada jasad bayi di sana.

“Kami juga menindaklanjuti informasi dari nelayan bahwa ada jasad bayi mengapung di perairan Kraton. Namun, setelah kami cari hasilnya nihil,” lanjut Ary.

Sesuai SOP, menuru Ary, pencarian akan dilakukan selama tujuh hari. Jika belum ditemukan, nanti akan dihentikan atau dilanjutkan tergantung kondisinya.

Rabu sore sekitar pukul 15.00, pencarian dihentikan. Pencarian akan dilanjutkan Kamis (22/5), dengan kembali menyisiri Sungai Gembong dengan tim di wilayahnya masing-masing.

Koordinator Tim SAR Gabungan Dani Wiratama yang ada di regu 3 menyatakan, pihaknya sudah melakukan pencarian dari TKP sampai muara sungai, dengan radius 7 kilometer. Namun saat ini belum ada hasil.

Pencarian dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama melakukan penyisiran di wilayah TKP sampai Jembatan Kelurahan Purutrejo.

Tim kedua sampai Jembatan Kelurahan Kandangsapi dan selanjutnya sampai muara sungai.

Zaenap, 65, warga sekitar mengatakan, sampai saat ini hilangnya korban membuat warga bingung.

Warga masih menduga, korban hilang karena dua kemungkinan. Yaitu, terhanyut air sungai atau dibawa orang tak dikenal.

Nenek korban Sukarti, 80, mengatakan, sudah sering ada anak hilang di lokasi yang sama. Cucunya ini bahkan merupakan korban kelima.

Tiga kejadian di antaranya, korban berhasil ditemukan. Sementara cucunya belum ditemukan. “Saya berharap ketemu. Masih anak kecil,” katanya.

Seperti diketahui, Mukhammad Syawali yang baru 3 tahun, hilang pada Senin (19/5) pagi. Dia hilang saat ditinggal ibunya di pinggir Sungai Gembong di RT 4/RW 1, Desa Pleret, Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

Saat itu, mereka dalam perjalanan pulang setelah membeli tempe. Saat pulang itu, ibu korban buang air besar di sungai. Korban ditinggal di pinggir sungai.

Korban ditinggalkan sendirian, sekitar 50 meter dari sungai. Lalu saat kembali, korban sudah tidak ada di tempat. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #pencarian #misteri #balita hilang #sungai gembong #kraton