PASURUAN, Radar Bromo–Event balap sepeda Bromo KOM 2025, memicu decak kagum dari Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.
Tak hanya karena banyaknya cyclist yang turut serta. Tetapi juga, karena jarak tempuhnya yang cukup panjang.
Mencapai 94,5 kilometer, dari Surabaya menuju puncak Wonokitri, di kawasan Gunung Bromo.
Apalagi, kelas yang diikuti, merupakan internasional seiring kepesertaan yang berpartisipasi dari berbagai negara.
Kekaguman itu ia tunjukkan, saat mengalungkan medali dan menyerahkan reward kepada para pemenang dari beberapa kategori, Sabtu (17/5).
"Saya kagum sekali dengan para cyclist yang sudah menempuh jarak sejauh 94,5 kilometer dan sampai di Desa Wonokitri alias garis finish," ungkap Mas Rusdi-sapaannya.
Mas Rusdi juga mengucapkan selamat kepada para pemenang maupun peserta yang lain.
Ia mengajak para peserta, untuk mengeksplore kekayaan alam Kabupaten Pasuruan. Khususnya Kecamatan Tosari yang merupakan salah satu ikon wisata daerah.
"Selamat kepada para juara. Silahkan beristirahat sejenak dan nanti bisa berkeliling menikmati indahnya pesona Gunung Bromo dari wilayah Kecamatan Tosari. Serta wilayah lain seperti Pasrepan, Puspo, Nongkojajar yang juga punya panorama alam yang menakjubkan dan hasil bumi yang melimpah," sampainya.
Menurut Mas Rusdi, event Bromo Kom Challenge menjadi salah satu kegiatan yang dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasuruan.
Karenanya, ia berharap agar Bromo Kom Challenge tahun depan, dapat berlangsung lebih semarak.
Untuk menyambut peserta nantinya, Pemkab Pasuruan akan memaksimalkan potensi pariwisata dengan perbaikan dan penambahan fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh wisatawan.
“Insyaallah pada tahun depan, pembangunan infrastruktur dan sarana yang ada, untuk memaksimalkan potensi pariwisata di Bromo, mulai terlihat. Dan itu semua dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan juga wisatawan," paparnya.
Wakil Direktur DBL Dony Rahardian menguraikan, Bromo Kom bukan sekadar event olahraga tanpa kontribusi bagi daerah.
Sebaliknya, event ini turut melibatkan masyarakat sekitar Wonokitri untuk menyambut para peserta dan rombongan mereka.
“Pada tahun ini, piala yang kami gunakan terbuat dari bunga Edelweis. Di tahun-tahun sebelumnya, kami juga melibatkan masyarakat sekitar untuk memasak hidangan, karena kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Pasuruan,” ulasnya. (one)
Editor : Muhammad Fahmi