Proses review oleh Inspektorat dan Bagian Layanan Pengadaan (BLP) sudah rampung. PUPR tinggal menunggu proses lelang dilakukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko melalui Kabid Cipta Karya, Uung Maf'udi menyebut, tahapan review sudah dilalui.
Setelah rampung direview oleh Inspektorat awal April lalu, awal bulan ini, selesai direview oleh BLP.
"Alhamdulillah tahapan review dokumen sudah selesai sepenuhnya. Dan tidak ada kendala, baik ispektorat ataupun BLP," jelas Uung.
Ia menyebut PUPR tinggal menunggu proses lelang dilakukan. Dan ini bergantung pada kelompok kerja (Pokja) BLP.
Baca Juga: Kantor Dinas PUPR Kota Pasuruan Terbakar, Arsip Penting Ikut Hangus, Penyebabnya Diduga Karena Ini
Proses lelang biasanya berlangsung 1,5 bulan hingga mendapatkan pihak pemenang. Ia optimis pengerjaan bisa tepat waktu.
Meski lama pengerjaan ditarget rampung dalam empat bulan, namun ia yakin tidak ada kendala.
Dengan asumsi, proses lelang berjalan lancar, tanda tangan kontrak bisa dilakukan di akhir Juni atau awal Juli.
Sehingga pihaknya masih memiliki waktu enam bulan untuk proyek fisik ini bisa digarap.
"Waktunya masih panjang. Jika lelang rampung, masih ada enam bulan sisa bagi kami untuk bisa memulai pengerjaan," tutur Uung.
Katanya, PUPR telah mengalokasikan Rp 1,4 miliar untuk perbaikan kantor dinas melalui APBD 2025.
Sebab, kondisi kantor saat ini sudah mulai rusak. Butuh perbaikan.
Sebenarnya, PUPR rutin melakukan pemeliharaan setiap tahun. Namun pemeliharaan ini tidak mencukupi.
Lantaran kerusakannya cukup parah. Tidak hanya di satu tempat. Mulai dari bagian plafon sudah rusak, hingga catnya mulai mengelupas.
Kerusakannya pun, bukan hanya di lantai satu, namun juga di lantai dua.
Baca Juga: Pengerjaan Gedung Depo Arsip Kota Pasuruan Diklaim Sesuai Harapan
Selama pengerjaan nantinya, pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Namun karena dilakukan rehab total, maka pelayanan dipindah.
Kantor dinas PUPR akan menggunakaan GOR Untung Suropati (Unsur) sebagai lokasi sementara.
"Pelayanan tetap jalan seperti biasa. Kan hanya sementara. Selama empat bulan saja," bebernya. (riz/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni