WONOREJO, Radar Bromo – Reaksi sigap ditunjukkan Pemkab Pasuruan, menyusul ambruknya dua jembatan di Desa Karangjati, Wonorejo. Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo memastikan, jembatan yang ambruk itu akan diperbaiki tahun ini.
Rusdi memanggil kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas langkah-langkah perbaikan jembatan.
Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah mencari solusi anggaran.
Baik melalui pergeseran pos anggaran yang sudah ada, maupun kebijakan keuangan lainnya. Sehingga, pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan.
Dia juga menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pergeseran anggaran.
Sehingga, memungkinkan percepatan pembangunan jembatan Karangjati Wonorejo. ”Kami segera lakukan pergeseran anggaran agar segera dilakukan pembangunan,” katanya.
Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini menargetkan agar proses pembangunan jembatan dapat dimulai secepatnya.
”Paling cepat pertengahan tahun. Kami upayakan tahun ini, mumpung sedang pembahasan Perubahan APBD. Kalau selesai bisa dipercepat,” imbuhnya.
Di tengah upaya pemerintah mencari solusi anggaran, Bupati Rusdi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Desa Karangjati yang menunjukkan inisiatif dan gotong royong luar biasa.
Hanya dalam waktu satu malam, warga bahu-membahu membangun jembatan darurat dari bambu.
Memang, jembatan ini bersifat sementara. Namun, menjadi urat nadi bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua untuk mengakses Balai Desa Karangjati, sekolah, hingga jalur utama menuju Jalan Raya Wonorejo.
”Kami apresiasi dan sangat berterima kasih atas kekompakan warga desa,” ucap Bupati.
Rusdi pun mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kehati-hatian saat melintasi jembatan darurat tersebut. Ia juga meminta warga untuk proaktif melaporkan apabila terjadi potensi bahaya pada jembatan bambu itu.
Sebagai informasi, dua jembatan di Desa Karangjati, Kecamatan Wonorejo, ambruk setelah hujan deras yang mengguyur wilayah setempat, Senin (12/5). Jembatan yang ambruk itu yaitu, Jembatan Karangjati Anyar di RT 4/RW 3, Dusun/Desa Karangjati.
Jembatan ini ambruk akibat diterjang air sungai yang begitu deras. Kaki jembatan sebelah barat tergerus air dan akhirnya jembatan ambruk, Selasa (13/5) pukul 05.30.
Selain itu, Jembatan Wonoanyar juga ambruk. Jembatan ini ada di RT 3/RW 7, Dusun Wonoanyar Tengah, Desa Karangjati. Penyebabnya sama, karena tergerus air sungai yang sangat deras.
Selain itu, fondasi jembatan juga terkikis di RT 1/RW 2, Dusun Karangasem, Desa Karangjati. Namun, jembatan masih berdiri. (tom)
Editor : Muhammad Fahmi