PASURUAN, Radar Bromo - Pemkot Pasuruan mulai memverifikasi siswa yang akan menjadi peserta didik sekolah rakyat tahap pertama.
Meski Kota Pasuruan belum dipastikan sebagai daerah di Jawa Timur yang menjadi pilot project, namun verifikasi sudah berjalan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan Kota Pasuruan memang bukan termasuk 10 daerah yang masuk sebagai daerah yang melaksanakan sekolah rakyat tahap awal. Namun, pemkot tetap bersiap.
"Kami sudah lakukan verifikasi untuk siswa yang akan menjadi peserta didik. Jadi kapanpun kami sudah siap," katanya.
Kokoh menjelaskan, dalam tahap awal ada dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD yang disiapkan.
Lokasinya di SDN Kandangsapi II. Masing-masing rombel, sekitar 35 siswa. Sehingga total ada 70 peserta didik.
Jika memang Kota Pasuruan diminta menjadi daerah penyelenggara pertama sekolah rakyat tahun ini, pihaknya sudah menyiapkan asrama di SDN Kandangsapi II bagi siswa.
Sebab seluruh peserta didik sekolah rakyat, harus tinggal di asrama.
Seluruh biaya kebutuhan siswa, disiapkan oleh pusat melalui APBN. Dalam setahun, setiap peserta didik akan mendapatkan Rp 48,5 juta.
Artinya, setiap peserta akan mendapatkan Rp 4 juta sebulan. Ini untuk uang saku dan kebutuhan mereka selama bersekolah.
"Kami hanya menyiapkan sarananya. Sebab anggaran untuk kebutuhan siswa dipenuhi pusat," jelas Kokoh. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin