AKSES transportasi ke lahan pertanian di Desa Sudimulyo, Kecamatan Nguling, sudah mendapat sentuhan perbaikan.
Di 2024 lalu, Pemerintah Desa (Pemdes) menggunakan Dana Desa (DD) yang mengutamakan pembangunan akses jalan untuk pertanian.
Pertanian menjadi prioritas pemdes dalam kurun waktu dua tahun ini.
Selama tahun 2024 Pemdes Sudimulyo menghabiskan anggaran tidak sedikit.
Paling banyak untuk membangun akses di sektor pertanian, agar memberikan kenyamanan warga dalam pengelolaan hasil panennya.
Kepala Desa Sudimulyo, Sukamto mengatakan, jalan akses menuju pertanian memang hanya satu titik yang diperbaiki. Sebab, lahan pertanian terbesar berada di Dusun Kapur.
Luas lahan pertanian di dusun ini, mencapai 92 hektare.
Karenanya, pemdes membangun jalan paving di wilayah setempat, sepanjang 250 meter dengan lebar 3 meter. Tahun itu, anggaran senilai Rp 180 juta digulirkan.
Agar kenyamanan masyarakat untuk pengairan ke lahan pertanian, Pemdes Sudimulyo juga membangun tanggul sungai di wilayah setempat. Sungai itu, biasa digunakan warga untuk mengairi sawah.
“Kami memberikan perhatian lebih, karena memang sektor pertanian menjadi penopang ekonomi bagi warga Dusun Kapur,” ungkapnya.
Pembangunan tanggul direalisasikan sepanjang 45 meter dengan ketinggian 1,5 meter. Sengaja ditinggikan, agar saat debit air meninggi, tidak meluber ke lahan pertanian.
Tak hanya itu, akses menuju ke pemakaman umum desa, juga disentuh perbaikan.
Pemdes mengeluarkan anggaran Rp 7 juta untuk perbaikan jalan. “Panjangnya 65 meter dengan lebar 1 meter,” imbuhnya.
Di tahun 2025 ini, Pemdes Sudimulyo masih fokus ke sektor pertanian. Yakni dengan pembangunan TPT untuk lahan pertanian. Rencananya, TPT tersebut akan direalisasikan di Dusun Krajan 1.
Juga akan menambahkan pembangunan saluran irigasi di Dusun Kapur.
Rencananya sepanjang 800 meter untuk akses perairan lahan pertanian. Anggarannya dipersiapkan Rp 34 juta.
Sukamto menambahkan, selain fokus ke pertanian, pemdes juga membangun gedung olahraga.
Bangunan yang memiliki luas 4 x 12 meter itu, rutin digunakan warga untuk olahraga senam.
Bangunan ini dianggarkan Rp 187 juta. “Setiap Minggu pagi, warga selalu senam di sini di halaman kantor desa di Dusun Krajan 1. Makanya, kami bangun gedung untuk masyarakat,” sampainya.
Bangun Koperasi untuk Pengelolaan Hasil Tani
Tak hanya pembangunan fisik. Pemdes Sudimulyo yang dipimpin Kades Sukamto juga menyentuh sektor perdagangan hingga pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke warga.
Untuk perdagangan misalnya, pemdes membangun gedung koperasi. Supaya warga bisa mengelola hasil pertanian melalui perputaran uang di sana.
“Ini masih perencanaan. Konsepnya masih didiskusikan,” ungkapnya.
Menurutnya, mayoritas hasil pertanian di desa setempat, adalah padi dan jagung.
Agar meningkatkan ekonomi para petani, hasil penan tidak hanya dijual ke pedagang. Namun juga dikelola.
Selain itu, pemdes juga masih menjalankan program BLT dari Dana Desa (DD).
Tahun sebelumnya, pemdes telah menyalurkan BLT DD untuk 23 kepala keluarga.
Sedangkan untuk tahun ini, hanya 12 kepala keluarga.
“Program tersebut, masih berjalan. Ada 12 KK yang memperoleh BLT DD tahun ini,” timpalnya. (zen/one)
Tentang Desa Sudimulyo
Dusun: Kapur, Krajan 1 dan 2, Doroan 1 dan 2.
Luas wilayah: 334 hektare
Jumlah penduduk: 3.241 jiwa
Program Tahun 2024
- Pembangunan jalan paving akses ke pesawahan
- Pembangunan tanggul untuk saluran irigasi
- Pembangunan jalan paving untuk makam.
Program Tahun 2025
- Pembangunan gedung olahraga
- Pembangunan gedung koperasi pengelolaan hasil pangan di Desa.
- Pembangunan tanggul saluran irigasi ke lahan pesawahan
- Pemberian BLT DD