PASURUAN, Radar Bromo - Kawasan wisata tematik Makkah Kota Pasuruan memang belum tuntas seratus persen. Namun, keberadaannya terus dimanfaatkan. Salah satunya, untuk manasik haji.
Sebanyak 251 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Pasuruan siap mengikuti ibadah haji tahun ini. Minggu (4/5), mereka mengikuti manasik haji di masjid khas Krampyangan, Kecamatan Bugulkidul. Mereka akan berangkat pada 28 Mei.
Manasik diikuti oleh seluruh CJH dengan dihadiri Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo.
Selama manasik, mereka dibimbing oleh Kemenag Kota Pasuruan. Mulai bimbingan tentang urutan, tata cara dan ritual haji.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kota Pasuruan, Ahmad Marzuki menyebut, ada 251 CJH Kota Pasuruan yang akan berangkat tahun ini. Ini berasal dari pelunasan tahap pertama 178 orang dan tahap dua 24 orang.
Lalu kuota cadangan yang masuk secara bertahap sebanyak 40 orang. Ditambah 20 orang dari penggabungan dan satu orang pendampingan.
Kemudian, mutasi keluar Kota Pasuruan sebanyak 15 orang dan mutasi masuk sebanyak lima orang. Selain itu, dikurangi dua orang mengundurkan diri karena sakit.
Dari ratusan orang itu, CJH tertua diketahui berusia 89 tahun, sementara CJH termuda berusia 19 tahun. Mereka akan berangkat dari Kloter 90 Embarkasi Surabaya pada 28 Mei.
Sementara yang gagal berangkat tahun ini ada 299 orang. Alasannya beragam.
Mulai dari faktor keuangan, sehingga tidak bisa melunasi, hingga pendampingnya tidak bisa ikut besama. Mereka akan diusulkan berangkat haji tahun depan.
"Manasik ini diikuti oleh 251 CJH yang siap berangkat. Mereka diberikan manasik agar siap saat menunaikan ibadah haji di tanah suci," kata Marzuki.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo menuturkan, pihaknya mendoakan agar seluruh CJH bisa menunaikan ibadah haji dengan baik.
Tentu harapannya agar para jamaah bisa menjaga kondisi kesehatannya. Sebab, ibadah haji adalah ibadah fisik. Sehingga tubuh harus prima.
"Berangkat dalam kondisi sehat dan pulang bisa dalam keadaan sehat dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya," tutur Mas Adi-sapaannya. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi