PEMBANGUNAN di Desa Kapasan, Kecamatan Nguling banyak dilakukan di tahun 2024 lalu. Selain memperbaiki jalan dengan pavingisasi, juga dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk memperkuat jalan dan mencegah abrasi. Ada pula sumur bor untuk fasilitas air bersih ke rumah-rumah warga.
Kepala Desa Kapasan Liyanto mengatakan, tahun 2024 lalu ada pembangunan 2 titik pavingisasi di Dusun Gunung Sir. “Pertama di jalan permukiman yang awalnya tanah padat, sehingga kalau musim hujan licin dan becek. Kedua di jalan menuju Tempat Pemakanan Umum (TPU). Alhamdulilah sudah dipavingisasi sehingga lebih aman untuk pengendara,” jelasnya.
Di tahun ini ada rencana pavingisasi di jalan permukiman Dusun Krajan yang kondisinya sudah rusak parah. Bakal diperbaiki dengan pavingisasi sekaligus drainasenya.
Pembangunan saluran drainase juga dilakukan tahun lalu di jalan utama Dusun Krajan. Ini karena saluran lama yang rusak dan air sering meluap ketika musim hujan. Drainase yang dibangun bahkan memiliki kedalaman 80 cm.
Untuk TPT, tahun lalu ada pembangunan di 2 titik di Dusun Krajan. Titik pertama TPT untuk memperkokoh jalan dan titik kedua untuk menangkis air laut. “Tujuannya agar tidak terjadi abrasi di pesisir dan rumah-rumah warga di pinggir laut,” ujarnya.
Kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian. Tahun lalu dibangun sumur bor dan juga pipanisasi ke rumah-rumah warga di Dusun Gunung Sir.
Sebelumnya warga masih banyak yang menggunakan sumur mandiri. “Setelah kami buatkan sumur bor dan tandon untuk air bersih, sekarang kebutuhan air bersih ke rumah warga lancar dan selalu tersedia,” ungkapnya.
Bantuan Langsung Tunai juga masih diberikan kepada warga kurang mampu di Desa Kapasan. Sebanyak 300 ribu perbulan diberikan kepada 20 KPM tahun 2024 lalu dan 10 KPM di tahun 2025 ini.
Ada juga program Ketahanan Pangan dengan memberikan bantuan sebanyak 1116 ayam petelur untuk BUMDes Desa Kapasan. Tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nantinya juga persiapan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dukung Wisata Religi-Produk Unggulan Lokal
Desa Kapasan memiliki wisata religi Gunung Sir yang banyak dikunjungi warga luar daerah. Lokasinya ramai dikunjungi tiap Kamis malam. Peziarah mulai dari Lumajang, Situbondo, Probolinggo, Surabaya bahkan sampai luar pulau.
Kades Kapasan Liyanto mengatakan, adanya wisata religi cukup mendongkrak ekonomi desa. Lahan parkir yang dikelola pemuda setempat dan warga yang berjualan mamin, menjadi pendapatan.
Desa Kapasan juga mendorong terciptanya produk unggulan yaitu pengolahan ekor tebalan crispy. Sebagai daerah pesisir, kerang tebalan banyak ditangkap nelayan.
“Ekornya dimanfaatkan menjadi keripik crispy. Saat ini sudah ada yang membuat, dan kedepan kami buatkan pelatihan agar produk ini nantinya dikembangkan dan dijadikan produk unggulan,” ungkapnya.
Produk yang masih jarang dimanfaatkan ini diharapkan selain menjadi produk unggulan Desa Kapasan harapannya juga bisa mendongrak ekonomi dari hasil olahan tangkapan ikan dan kerang nelayan setempat. (eka/fun/*)
Tentang Desa Kapasan
Dusun: Krajan, Penanggungan, Gunung Sir dengan 24 RT dan 4 RW
Luas Wilayah: 318 Hektare
Jumlah Penduduk: 3.699 Jiwa
Pembangunan dan Program Tahun 2024
- Pavingisasi 2 titik di Dusun Gunung Sir
- Drainase di Dusun Krajan
- TPT di Dusun Krajan dan Gunung Sir
- Pembangunan Sumber Air Bersih di Dusun Gunung Sir
- BLT DD sebanyak 20 KPM
Pembangunan dan Program Tahun 2025
- Pavingisasi di Dusun Krajan
- Drainase di Dusun Krajan
- Ketahanan Pangan Peternakan ayam petelur
- BLT DD sebanyak 10 KPM