WAJAH wisata mangrove di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, semakin apik. Fasilitas di wisata itu semakin lengkap. Terbaru, ada kapal yang bisa digunakan wisatawan untuk berkeliling pantai.
Kapal ini dimiliki oleh kelompok nelayan bahari. Kapal ini difungsikan sejak Januari tahun lalu. Wisatawan bisa menikmati keindahan mangrove selama 10 menit dengan menyewa kapal ini. Tarif sewa sangat terjangkau, hanya 10 ribu rupiah perjam.
Pj Kades Penunggul Irwandi menuturkan, kapal ini mengangkut wisatawan sesuai jadwal.
Jika air laut surut, maka hari itu kapal tidak digunakan. Kapal ini bisa disewa maksimal 10 orang. Bagi keluarga yang ingin menyewa bisa melakukan booking dahulu.
"Seluruh keuntungan yang diperoleh dari kapal ini ya kembali pada kelompok nelayan bahari sebagai pemilik," katanya.
Ia menyebut, wisata mangrove ini butuh banyak pengembangan. Sedikitnya butuh Rp 4,1 miliar untuk membuat wisata ini menarik. Sejumlah fasilitas butuh dilengkapi dan sarana prasarana (sarpras) butuh ditambah.
Diantaranya, melengkapi kios gazebo di tengah laut. Gazebo sudah terbangun tahun lalu.
Gazebo ini akan digunakan untuk kios makanan dan minuman (mamin). Sehingga wisatawan bisa bersantap kuliner seraya menikmati pemamdangan di tengah laut.
Untuk bisa menuju gazebo ini, wisawatan bisa berjalan menggunakan dermaga ke arah utara.
Selain itu, pihaknya juga berencana membangun kolam renang. Termasuk menambah kios di sekitar pantai. Namun membutuhkan anggaran besar.
"Perlu campur tangan Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan untuk memaksimalkan potensi wisata mangrove. Mengingat laut kewenangan provinsi," tutur Irwan.
Fokus Pada Pembinaan Masyarakat
Selama dua tahun ini, Pemdes Penunggul fokus pada nonfisik. Program fisik berkurang drastis.
Untuk tahun ini, pemdes mengalihkan banyak program kegiatan pada pembinaan masyarajat dan pemuda. Sehingga mereka lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi.
Pj Kades Penunggul Irwandi menuturkan tahun lalu, program fisik terbatas. Karena salah satu hal, dana desa (DD) tidak bisa dicairkan.
Kondisi ini membuat pemdes fokus pada program nonfisik. Namun tahun ini, DD dari pusat bisa kembali dicairkan.
Meski DD bisa dicairkan, namun program fisik tetap dibatasi. Pihaknya fokus pads program yang bisa dirasakan masyarakat.
Seperti pembinaan atau pelatihan pada pemuda, wanita dan pria. Total ada lebih dari 10 kegiatan dengan nilai anggaran berbeda beda.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan tahun ini, misalnya penyuluhan bahaya narkoba, pemberdayaan perempuan dan anak dan pelatihan usaha mikro kecil dan menengah (umkm).
Adapula pemberdayaan peran pemuda dalam kemajuan desa, pemberdayaan masyarakat dalam ideologi pancasila dan masyarakat sadar hukum.
"Program fisik dikurangi. Fokus pada pembinaan dan pembedayaan masyarakat. Seperti pelatihan," jelas Irwan.
Namun, kabar baiknya, tahun ini pemdes kembali mengalokasikan anggaran untuk bantuan langsung tunai (BLT). Sasarannya adalah masyarakat tidak mampu. Masing masing mendapat Rp 200 ribu per bulan yang dicairkan setiap tiga bulan.
"Tahun lalu tidak ada DD jadi tidak dialokasikan BLT. Tahun ini ada, penerimanya 20 keluarga penerima manfaat," tutur Irwan. (riz/fun/*)
Tentang Desa Penunggul
Dusun: Pesisir dan Sawahan dengan 6 RT dan 2 RW
Luas wilayah: 57 Hektare
Jumlah penduduk: 1.572
Program 2024
Pengembangan wisata mangrove dengan menggandeng kelompok bahari
Program 2025
- Penyuluhan bahaya narkoba
- Pemberdayaan perempuan dan anak
- Pelatihan UMKM
- Pemberdayaan peran pemuda dlm kemajuan desa
- Pemberdayaan masyarakat dalam ideologi pancasila
- Pemberdayaan masyarakat sadar hukum
- Pemberian BLT DD