PUSPO, Radar Bromo - Pola penyakit yang berkembang di tengah masyarakat saat ini, cenderung berubah signifikan.
Dari yang semula penyakit menular, kini banyak penyakit tidak menular yang diderita.
Mulai hipertensi, kencing manis, kolesterol hingga beragam penyakit lainnya.
Hal ini bisa berdampak buruk, bila tak mendapatkan penanganan yang baik. Karena bisa memicu kecacatan hingga kematian.
Dengan kemajuan teknologi dan pola hidup masyarakat yang berubah, menjadi salah satu pemicunya.
Seperti kecenderungan dalam mengkonsumsi makanan siap saji. Di mana, dalam makanan tersebut, banyak terkandung bahan pengawet, pewarna dan bahan-bahan lainnya yang berdampak buruk pada kesehatan.
Geografi Puskesmas Puspo yang sangat luas dan jauh dari jangkauan sarana kesehatan serta keterbatasan tenaga kesehatan, maka diperlukan peran serta kader.
Untuk memberikan program Pembinaan Kesehatan Masyarakat. Terutama penyakit tidak menular.
Kegiatan yang dilakukan antara lain, pelatihan kader PTM, skrining PTM oleh kader hingga pembentukan paguyuban peserta PTM.
Kegiatan ini dilakukan pasca posyandu dengan kunjungan rumah sasaran posyandu yang tidak hadir di posyandu.
“Dengan adanya kegiatan Pembinaan Kesehatan Masyarakat oleh kader, diharapkan para kader mampu dan terampil dalam melakukan skrining kesehatan. Sehingga capaian skrining meningkat. Hal tersebut dapat mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular sejak dini,” ujar Kepala UOBF Puskesmas Puspo, dr. Arif Rahman. (one)
Editor : Jawanto Arifin