BANGIL, Radar Bromo –Pengunjung wisata alam pemandian Banyu Biru di Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, mendadak panik. Tiba-tiba, muncul ular piton berukuran cukup besar di kawasan wisata itu. Bukan hanya satu, tapi tiga ekor.
Tim Damkar Kabupaten Pasuruan pun bergerak cepat, mengevakuasi reptil-reptil tersebut Kamis (17/4).
Ketiga ular piton itu kemudian dibawa ke Mako Damkar Kabupaten Pasuruan. Rencananya, ular-ular tersebut akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.
Laporan mengenai keberadaan ular piton ini diterima Tim Damkar dari Wahyu, seorang petugas Trantib Kecamatan Winongan, sekitar pukul 11.00.
Tim yang beranggotakan Suryono, Syahrul Kurniawan, Farikhuddin, dan Ricko Hardiansyah segera meluncur ke lokasi menggunakan kendaraan operasional.
Sebelumnya, Tim Damkar juga menerima penyerahan seekor ular piton dari warga di kantor Kecamatan Winongan.
Informasi ini kemudian mengarah pada permintaan evakuasi ular lain yang berada di area wisata Banyu Biru.
”Kami menerima laporan ada ular di area wisata Banyu Biru. Setelah berkoordinasi, tim langsung menuju lokasi untuk evakuasi,” ujar Bachtiar Hendrasyoko, Kasi Damkar di Satpol PP Kabupaten Pasuruan.
Setelah menyisir di sekitar area wisata, petugas berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga ekor ular piton itu. Proses evakuasi berjalan tanpa adanya kendala berarti.
”Alhamdulillah, tiga ekor ular piton berhasil kami amankan dari lokasi wisata. Ukurannya cukup besar, sehingga memang berpotensi membahayakan pengunjung,” kata Bachtiar.
Tim Damkar pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kemunculan hewan liar.
Terutama yang tinggal di sekitar kawasan hutan atau area wisata. Mereka juga menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah agar tidak menjadi sarang ular.
”Bila menemukan hewan liar dan tidak memungkinkan dievakuasi sendiri, segera hubungi pemadam kebakaran. Kami siap membantu,” imbaunya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi