PASURUAN, Radar Bromo - Setoran parkir saat ini masih minim. CV Pasuruan Madinah yang menjadi pihak penarik retribusi dari juru parkir (jukir) belum optimal dalam menyetor ke kas daerah.
Dinas Perhubungan (Dishub) meminta agar setoran dari pihak ketiga tersebut harus semakin baik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto menyebut setoran ke Dishub sudah semakin baik setiap harinya.
Namun belum maksimal. Saat ini, pihak ketiga sudah bisa menyetor Rp 1,5 juta per hari.
Lebih baik dari saat awal CV Pasuruan Madinah dipercaya menjadi pihak yang memungut retribusi September lalu.
Saat itu, hanya bisa menyetor Rp 500 ribu. Dan di akhir tahun lalu meningkat menjadi Rp 1 juta. Lalu mulai bulan kemarin, bisa Rp 1,5 juta per hari.
"Memang sudah semakin baik. Namun masih jauh dari target. Target pertahunnya Rp 5,1 miliar," katanya.
Andri-sapaannya menyebut triwulan ini, CV Pasuruan Madinah sudah menyetor sekitar Rp 110 juta.
Masih jauh dari target. Namun sudah mulai ada peningkatan. Pihaknya berharap, agar CV Pasuruan Madinah bisa berkomitmen dengan target yang diberikan.
"Tentu nanti ada evaluasi. Tapi kami minta semakin hari setoran yang diberikan bisa semakin baik dan semakin tinggi," jelas Andri.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Bahrudien Akbar menuturkan pihak ketiga harus berkomitmen untuk bisa memenuhi target yang diberikan.
Ini bagian dari kesanggupan mereka saat mendaftar sebagi pihak yang menarik retribusi dari jukir.
"Bagaimanapun caranya mereka harus bisa memenuhi target. Saat mereka mendaftar artinya mereka itu siap," tutur politisi PKB ini.
Direktur CV Pasuruan Madinah, Steven Kusumanegara menuturkan pihaknya optimis jika setoran yang diberikan pada kas daerah semakin baik.
Memang tidak mudah karena jukir tidak biasa ditarik setiap hari. Namun, bukan berarti tidak mungkin.
"Saya target bisa mencapai Rp 3 juta per hari. Saya optimis bisa terealisasi," tutur Steve-sapaannya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin