NGULING, Radar Bromo–Kondisi kantor Desa Sumberanyar di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, sangat memprihatinkan. Sejumlah ruangan dindingnya retak-retak dengan plafon bolong di sana-sini.
Selain itu, rangka atap kayu gedung itu sudah lapuk. Tiap hari, ada saja rangka kayu yang berjatuhan. Bahkan, pernah ada rangka kayu yang jatuh di meja kepala desa.
Beruntung, peristiwa itu terjadi malam hari. Sehingga, tidak menimbulkan korban. Sebab, kantor sedang tutup.
Kades Sumberanyar Safiudin mengatakan, kerusakan kantor desa itu sudah lama terjadi. Makin lama, kondisinya kian parah. Bahkan, saat ini rawan ambruk.
Karena itulah, ruangan pelayanan masyarakat dialihkan. Ruangan pelayanan dialihkan ke ruang BPD yang ada di sebelah selatan, sejak Rabu (16/4).
Menurut Safiudin, bangunan kantor desa memang sudah tua. Selama itu pula, bangunan belum pernah direhab.
“Selama saya memimpin sebenarnya pernah direhab, dua kali malah. Tapi itu direhab sekadarnya, karena pakai uang pribadi,” ujarnya.
Tukang yang merehab kantor itu menyarankan agar gedung direhab total. Sebab, rehab ala kadarnya yang dilakukan selama ini tidak banyak membantu juga. Setelah satu bagian direhab, bagian lain menyusul rusak.
Yang paling parah yaitu rangka atap kayu sudah lapuk. Dulu memang tidak kelihatan, sebab tertutup atap asbes.
Namun, setelah asbes banyak yang bolong, baru kelihatan bahwa rangka kayu banyak yang patah.
Tak hanya kerangka atap. Tembok bangunan banyak yang retak. Luas bangunan yang retak beragam. Mulai 2 sampai 3 meter.
“Intinya, rawan ambruk bangunan ini. Apalagi saat hujan. Lantai banjir tak bisa digunakan,” sampainya.
Safiudin mengaku sudah mengajukan proposal untuk rehab kantor. Sebab, dikhawatirkan saat jam kerja bangunan ambruk.
Camat Nguling Mulyohadi membenarkan sudah pernah ada proposal pengajuan rehab. Saat itu, proposal pengajuan disampaikan melalui salah satu anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan.
“Namun, memang ya belum ada rehab sampai sekarang,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan Ridho Nugroho belum menjawab saat dikonfirmasi. Bahkan, sampai berita ini ditulis, Ridho belum memberikan konfirmasi. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi