BANGIL, Radar Bromo - Gelombang “hilirisasi” mudik Lebaran 2025 di Kabupaten Pasuruan telah usai.
Arus keluar masuk masyarakat, baik untuk berwisata maupun menetap, kini mulai mereda.
Data terbaru menunjukkan, pasca arus balik, Kabupaten Pasuruan kedatangan 40 warga baru. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai ratusan orang.
“Data yang kami terima dengan periode bulan Maret kemarin, ada 40 warga yang melakukan daftar online,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati.
Tecto-sapaannya juga merinci adanya penurunan signifikan pada jumlah penduduk yang keluar dari Kabupaten Pasuruan.
Jika tahun lalu Disdukcapil mencatat ribuan warga keluar, tahun ini angkanya hanya 363 orang.
Penurunan angka perpindahan penduduk ini, bisa jadi mengindikasikan beberapa faktor.
Mulai dari perubahan tren urbanisasi hingga kondisi ekonomi yang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk berpindah tempat tinggal.
“Kami hanya memastikan ditengah dinamika kependudukan ini, pelayanan tetap optimal bagi seluruh warga,” kata Tecto.
Untuk memfasilitasi perpindahan penduduk ini, Disdukcapil Kabupaten Pasuruan menyediakan layanan pengurusan surat keterangan pindah domisili yang lebih mudah.
Penerbitan KTP-elektronik, Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran kini dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terletak di Komplek Perkantoran Pemkab Pasuruan di Raci.
Lebih lanjut, Tecto memastikan ketersediaan blangko KTP-el masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Sejauh ini tersisa 318 blangko yang masih bisa dimanfaatkan. Kendati demikian, dirinya menjamin setiap persediaan blangko e-KTP menipis, dinasnya akan mengajukan permintaan tambahan blangko ke Kemendagri.
“Sehingga kami pastikan persediaannya setiap waktu agar tak mengganggu pelayanan,” tukasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin