PASURUAN, Radar Bromo-Insiden kecelakaan di jalur bebas hambatan kembali terjadi di Pasuruan, Senin (14/4) pagi.
Kali ini kecelakaan melibatkan dua kendaraan besar antara Bus Akas bernopol 7075 UR dan truk wing boks bernopol B 9055 UEV.
Diduga karena sopir mengantuk, bus menabrak truk wing boks di jalan tol Gempas KM 796 A dan B, tepatnya di Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.
Akibat insiden tersebut, sopir bus Akas meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara empat penumpang dikabarkan dilarikan ke rumah sakit.
Informasi yang dihimpun radarbropmo.jawapos.com di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30.
Pagi itu Bus Akas bernopol 7075 UR dikemudikan Diono, 40, melaju dari arah Surabaya menuju Probolinggo. Di dalam bus ada empat penumpang.
Hingga saat melaju di tol Gempol-Pasuruan tepatnya di KM 769, bus tiba-tiba menyeruduk bagian belakang truk wing boks bernopol B 9055 UEV yang dikemudikan Supriono, 41, asal Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jateng.
Kerasnya tabrakan bahkan sampai membuat muatan minuman di dalam truk wing boks berhamburan ke jalan. Sejatinya minuman itu hendak diantar truk wing boks dari Jakarta hendak ke Bali.
Begitu juga dengan Bus Akas yang membuat bagian depannya ringsek hingga sopir bus terjepit. Sopir bus akhirnya meninggal dunia.
Setelah insiden tersebut, petugas kepolisian dan jalan tol, menuju lokasi. Penumpang yang ada di dalam bus dievakuasi RSUD dr R Soedarsono.
Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Yulian Putra Prasviawan menuturkan, penyebab kecelakaan masih didalami pihaknya.
“Dari keterangan yang kami himpun sementara, bus tiba-tiba menabrak bagian belakang truk wing boks,” beber Yulianto.
Pagi itu Bus Akas memang hanya berisi empat penumpang karena sebagian penumpang sudah banyak turun.
Apakah sopir Bus Akas mengantuk? Dugaan itu masih didalami kepolisian karena sampai Senin pagi, satlantas masih berada di lokasi untuk Olah TKP.
Sementara itu, Supriono sopir truk wing boks mengaku, saat itu dia melaju di jalur lambat dan baru keluar dari rest area.
“Tiba-tiba, braaakk. Tabrakan terjadi. Saya sampai terkejut,” kata Supriono. (ube/fun)
Editor : Fandi Armanto