Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Depot Kebuli Tarim di Alun-alun Pasuruan yang Terbakar Pernah Diperingati Tak Pakai Elpiji Melon, Pemilik Diperiksa

Fuad Alyzen • Rabu, 9 April 2025 | 02:32 WIB
DIPASANG POLICE LINE: Petugas kepolisian memasang police line di Depot Kebuli Tarim. Inset Kapolsek Purworejo didampingi pemilik depot saat meninjau dapur. Didapati ada elpiji melon.
DIPASANG POLICE LINE: Petugas kepolisian memasang police line di Depot Kebuli Tarim. Inset Kapolsek Purworejo didampingi pemilik depot saat meninjau dapur. Didapati ada elpiji melon.

PASURUAN, Radar Bromo-Polisi mendalami insiden kebakaran di Depot Kebuli Tarim di Jalan Alun-alun Selatan Pasuruan. Polisi telah mengamankan pemilik depot kebuli, bernama Salim Muhammad Syamlan, 50.

Salim sang pemilik depot diamankan petugas Polsek Purworejo, lalu dibawa ke Mapolresta Pasuruan, Selasa (8/4).

Salim diamankan bukan tanpa sebab. Ia dimintai keterangan lantaran masih menggunakan tabung gas elpiji 3 kg atau elpiji melon yang merupakan tabung subsidi untuk warga tidak mampu.

Padahal, tempat usaha sudah seharusnya menggunakan tabung nonsubsidi.

Kabid Linmas Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat mengatakan, sebelumnya pemilik depot pernah diperingati agar tidak menggunakan tabung gas melon.

Namun, ternyata imbauan itu tak didengarkan. Depot kebuli Tarim masih saja menggunakan tabung gas melon.

“Memang sebelumnya ada sidak penggunaan tabung gas elpiji di depot itu. Sudah diperingati agar tidak pakai tabung gas melon. Tapi masih pakai, hingga terjadi ledakan itu,” kata Iman.

Secara regulasi, menurutnya, rumah makan tidak boleh menggunakan tabung gas melon.

Sebab, tabung gas melon hanya diperuntukkan rakyat kurang mampu.

Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, pemilik depot baru dimintai keterangan secara verbal di mapolresta.

Berdasarkan pemeriksaan sementara diketahui, sumber ledakan dari tabung gas elpiji.

“Kami masih minta keterangan secara verbal saja pada pemilik depot. Belum bisa disimpulkan apakah  pemilik depot berpotensi disanksi atau tidak,” katanya.

Menurutnya, polisi perlu melengkapi penyelidikan untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

Selain itu, saat ini polisi memberikan kesempatan pada pemilik depot untuk menanggung pengobatan empat karyawannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepanikan terjadi di rumah makan Kebuli Tarim di jalan Alun-alun selatan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Gas elpiji di rumah makan setempat mendadak meledak. Empat karyawan depot Kebuli Tarim itu pun jadi korban.

Insiden itu terjadi Selasa pagi (8/4). Empat karyawan yang merupakan juru masak di rumah makan tersebut pun harus dibawa ke IGD RSUD dr R Soedarsono, Pasuruan.

Dari informasi yang dihimpun, ledakan gas elpiji itu tejradi sekitar pukul 08.30. Saat itu, rumah makan Kebuli Tarim belum buka.

Sejumlah karyawan sedang sibuk persiapan membuka warung. Diantaranya ada yang memasak dan bersih-bersih warung.

Karyawan itu ada Ilham, Ulul, Deni, Rizal, Zuhrotul Maulidina, Sadan, Moch Faris, Ali Fachrudin dan Achmar Ridwan.

Saat proses masak di dapur warung tersebut, salah satu tabung gas elpiji bocor. Nah, saat itu salah satu karyawan menaruhnya ke dalam kamar mandi tanpa membuka selang lebih dulu.

Beberapa menit kemudian, salah satu karyawan lainnya yang tidak tahu kondisi tabung sedang bocor, menyalakan kompor.

Seketika itu api langsung menyambar dan membakar dapur warung nasi kebuli tersebut. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#lpg 3 kg #elpiji ngowos #kebuli #ledakan #alun-alun pasuruan #subsidi #elpiji melon #Kebuli Tarim #depot #luka bakar #rumah makan