PASURUAN, Radar Bromo - Belum semua Kepala Keluarga (KK) miskin ekstrem mendapat bantuan bedah rumah.
Karena dari 24 KK, baru empat yang mendapatkan bantuan.
Karena itu, Pemkot berencana mengusulkan rumah 20 KK termasuk miskin ekstrem itu, agar mendapat bantuan dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menyebut, ada 24 KK miskin ekstrem di Kota Pasuruan.
Dan empat rumah KK miskin ekstrem di antaranya telah direhab. Perbaikan rumah dilakukan awal tahun ini.
Karena itu, tersisa 20 KK yang rumahnya perlu direhab. Pihaknya berharap, agar seluruh KK miskin ekstrem ini mendapatkan perbaikan.
Meski tidak bisa dilakukan bersamaan, rehab diusulkan bertahap.
"Tahun ini sebenarnya, kami dapat bantuan rehab rumah untuk enam KK miskin ekstrem. Namun dua KK urung karena ada konflik," katanya.
Kokoh menjelaskan, yang bisa menerima program ini, harus memenuhi sejumlah persyaratan.
Diantaranya, masuk masyarakat miskin ekstrem, masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan status kepemilikan rumah jelas.
Jika rumah masih sengketa, tentu tidak bisa dapat bantuan. Agar tepat sasaran, pihaknya meminta bantuan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB). Dan dibangun bulan lalu.
"Setiap KK menerima bantuan rehab rumah dengan jumlah sama. Nilainya, Rp 20 juta untuk setiap KK," tutur Kokoh. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin