PASURUAN, Radar Bromo-Tradisi kupatan atau lebaran hari ketujuh dirayakan dengan meriah, Senin (7/4).
Sejumlah masyarakat pesisir memperingati kupatan dengan silaturahmi hingga mengelilingi perairan dengan perahu. Tradisi ini dikenal dengan praonan.
Tradisi ini dimulai sejak pagi sekitar pukul 08.00. Tidak hanya masyarakat Kota Pasuruan, masyarakat di kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan dan masyarakat di kecamatan Kraton mengikuti tradisi ini. Mereka bersuka cita dan bergembira.
Salah seorang warga Ngemplakrejo, Muhammad, 40 menyebut tradisi praonan ini rutin dilakukan setiap hari raya ketupat.
Yakni hari ketujuh. Mereka biasanya saling mengunjungi kerabat.
Seusai silaturahmi, mereka akan mengelilingi perairan dengan menggunakan perahu.
Jarak yang ditempuh paling jauh satu mil ke utara lalu kembali lagi ke dermaga. Bagi yang kerabatnya adalah seorang nelayan, tidak perlu membayar.
"Kalau tidak memiliki kerabat yang nelayan, ya biasanya menyewa perahu. Antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu untuk sekali jalan," katanya.
Personel Satpolairud Polres Pasuruan Kota, Aiptu Laswanto menyebut khusus di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, tradisi ini diikuti dengan sedekah desa.
Para warga melarungkan kepala sapi. Dilanjutkan dengan makan bersama sebagai ucapan syukur.
"Wilayah pesisir di Pasuruan yang melakukan tradisi praonan ini Kota Pasuruan, Kraton dan Lekok," sebut Wanto. (riz/mie)
Editor : Muhammad Fahmi