PASURUAN, Radar Bromo-Hari Raya Kupatan atau Ketupat selalu dirayakan meriah di Pasuruan. Tradisi turun temurun seperti lomba praonan dan skilot tetap menjadi agenda yang tak pernah dilewatkan masyarakat.
Dua tradisi yang jadi budaya tiap hari Lebaran ketujuh ini tetap lestari.
Di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, ribuan orang tumpek blek untuk melihat perahu hias yang digelar di pesisir Desa Jatirejo. Warga juga berkumpul untuk menyaksikan skilot di Desa Tambaklekok.
Keramaian ini tentu saja mendapat perhatian dari aparat yang bersiaga.
Apalagi tak sedikit masyarakat yang menikmati praonan dengan menaiki perahu dan kapal menuju ke tengah laut.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, jumlah kapal dan perahu banyak di tradisi praonan. Ada ratusan perahu hias bersandar di tepi laut Lekok.
Warga sekitar, Mahrus, 38, mengatakan, tradisi ini menjadi daya tarik warga dari luar desa.
Praonan ini sebenarnya tidak hanya di Lekok. Tapi hingga ke pesisir wilayah Kecamatan Nguling. Perahu hias dijadikan lomba.
“Puncaknya pada Selasa (8/4), seperti biasa, hari akhir perayaan ketupatan ini setelah 8 hari Lebaran,” katanya. Warga berharap tradisi ini tetap lestari.
Anggota DPRD Jatim Multazamudz Dzikri atau pria yang akrab disapa Azam, putra asli Lekok, berharap skilot naik kelas.
Bukan hanya dari tingkat kecamatan saja. Tapi juga level kabupaten, provinsi, bahkan skala nasional.
“Kalau bisa skilot ini bisa dimasukan dalam pekan olahraga kabupaten atau sampai tingkat nasional. Mobile Legend saja bisa, skilot tentu pasti bisa. Tradisi ini perlu dikampanyekan,” tuturnya. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi