PASURUAN, Radar Bromo-Peredaran narkotika di wilayah Pasuruan-Probolinggo masih tinggi. Baru di hampir 3 bulan di awal tahun, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan sudah merehab 94 pemakai.
Mayoritas adalah warga Pasuruan. Rinciannya, dari Pasuruan sebanyak 78 orang. Lalu, sisanya sebanyak 16 orang berasal dari luar Pasuruan. Mulai dari Probolinggo, Mojokerto, Sidoarjo, Tangerang, hingga Medan. Sebagian besar pemakai adalah laki-laki (selengkapnya lihat infografis).
"Peredaran narkotika di Pasuruan masih tinggi. Baru tiga bulan sudah ada 94 pemakai yang kami rehabilitasi," kata Kepala BNNK Pasuruan Masduki.
Pria asal Bangil, Pasuruan, ini menjelaskan, rata-rata mereka memakai barang haram itu karena terpengaruh pergaulan dari temannya. Awalnya coba-coba, malah menjadi kecanduan. Ada pula karena ingin rileks dan sebagai pelarian dari stres akibat pekerjaan.
Untuk mengurangi peredaran narkotika, pihaknya bekerja sama dengan sekolah dan pondok pesantren (ponpes) untuk sosialisasi sejak dini.
Harapannya, santri dan siswa tahu bahaya memakai narkotika. Peran orang tua juga berpengaruh sebagai pencegahan.
"Kebanyakan pemakai itu kalangan muda dan broken home atau tidak ada perhatian dari keluarga," tutur Masduki. (riz/mie)
Kasus Narkoba di BNNK Pasuruan dalam Angka
===================================
94
Jumlah total pecandu yang direhab.
Lelaki: 91 orang
Perempuan: 3 orang
18-57
Usia pecandu yang direhab paling muda 18 tahun. Paling tua, 57 tahun.
Editor : Muhammad Fahmi