SUKOREJO, Radar Bromo - Keinginan warga Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, untuk melihat pelebaran gorong-gorong di bawah jalan nasional desa setempat, tak akan terwujud dalam waktu dekat.
Pasalnya, pelebaran gorong-gorong saluran air tersebut, membutuhkan kajian yang matang.
Selain itu, biaya yang diperlukan tidaklah murah. Sementara saat ini, tidak ada anggaran yang tersedia, untuk merealisasikannya.
Pengawas lapangan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, ruas Sidoarjo-Kepanjen, Dimas Prasetyo mengatakan, sudah memonitor kondisi gorong-gorong setempat.
Namun, pelebaran tidak bisa dilakukan serta merta. Butuh kajian untuk merealisasikannya.
Selain itu, butuh ketersediaan anggaran yang memadai untuk mewujudkannya.
“Sementara tahun ini, ada efisiensi. Sehingga, belum bisa terlaksana,” akunya.
Ia menilai, luberan air yang terjadi di kawasan setempat, ditengarai bukan hanya faktor gorong-gorong.
Tetapi juga, ada hal lain yang dimungkinkan memberi pengaruh.
“Dengan lebar gorong-gorong yang ada saat ini, kami menilai bukanlah menjadi faktor utama banjirnya saluran air yang ada. Karena bisa jadi, ada faktor lainnya,” imbuhnya.
Sekedar informasi, pelebaran gorong-gorong di wilayah setempat, dibutuhkan warga.
Lantaran kondisinya dinilai sempit. Bahkan, kerap memicu luberan air ke jalan hingga ke permukiman. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin