Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banyu Biru Dinilai Butuh Tambahan Wahana Pendukung Agar Kembali Ramai

Fuad Alyzen • Minggu, 16 Maret 2025 | 15:50 WIB
BERWISATA: Sejumlah warga berwisata ke Banyu Biru, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu.
BERWISATA: Sejumlah warga berwisata ke Banyu Biru, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu.

BERKURANGNYA pengunjung, pendapatan dari retribusi wisata Banyu Biru juga berkurang. Bahkan, dari tahun ke tahun tidak ada peningkatan.

Koordinator Pegawai Wisata Banyu Biru Rudi Supiono mengatakan, setelah Pandemi Covid-19, pengunjung Banyu Biru semakin berkurang.

Ada sejumlah faktor yang membuat wisatawan ini kian sepi.

Salah satunya karena musim hujan dan Ramadan. Menurutnya, ketika hujan dan menyebabkan banjir di Kecamatan Winongan, akses menuju tempat wisata ini kadang ditutup.

“Dari Gondangwetan, misalkan. Jika banjir lumpur, pengunjung jadi kurang berminat,” ujarnya.

Menururnya, saat ini jumlah pengunjung terbanyak hanya waktu weekend. Terutama pada Minggu. Bisa mencapai puluhan orang.

Namun, ketika hujan bisa tidak ada pengunjung sama sekali.

Adanya tambahan wahana wisata bisa menjadi salah satu upayanya menarik minat pengunjung. Rudi mengaku pernah mengajukan tambahan fasilitas berupa kereta gantung.

“Dulu saat ada kolam buatan, pengunjung lumayan ramai. Selain menikmati kolam alami, mereka juga di sana (kolam buatan),” katanya.

Sebelum Pandemi Covid-19, pengunjung sangat ramai. Dengan kondisi itu, setiap usai Idul Fitri, juga digelar orkes. Tak ayal, dulu Banyu Biru menjadi jujukan warga.

Terutama warga sekitar. Kini, tidak ada fasilitas lain selain kolam alami. “Tidak ada. Hanya kolam alami,” katanya.

Soal konsep wisata halal, kata Rudi, juga akan memengaruhi jumlah kunjungan. Sebab, banyak juga pengunjung yang nonmuslim.

Dengan diterapkannya wisata syariah, akan mengurangi minat mereka untuk berkunjung.

“Dulu itu banyak pengunjung dari kalangan nonmuslim. Bahkan, WNA dan orang luar kota. Mereka semua rata-rata nonmuslim. Wisata ini sebaiknya untuk umum, agar kembali banyak seperti dulu pengunjungnya,” jelasnya. (zen/rud)

Editor : Ronald Fernando
#syariah #banyu biru #wisata