PASURUAN, Radar Bromo - Masyarakat timur Kabupaten Pasuruan sering kesulitan saat harus melakukan cuci darah.
Sebab belum ada fasilitas kesehatan yang bisa melayani. Paling dekat adalah RSUD Bangil.
Tak ayal mereka harus dirujuk. Karena itu, RSUD Grati berniat menambah fasilitas kesehatan yang dimiliki.
Tahun ini, rumah sakit daerah tersebut, berencana membangun pelayanan hemodialisa. Anggarannya dari APBD.
Direktur RSUD Grati, drg Dyah Retno Lestari menyebut pihaknya berniat melengkapi fasilitas di RSUD Grati.
Salah satu yang perlu dilengkapi adalah layanan cuci darah. Sebab memang belum tersedia. Padahal ini dibutuhkan oleh masyarakat.
Selama ini, pasien yang mengalami gagal ginjal dan perlu untuk cuci darah harus dirujuk ke RSUD Bangil.
Sehingga layanan cuci darah sangat dibutuhkan. Sebab, memang di wilayah timur belum tersedia layanan ini.
"Rencananya membangun layanan hemodialisa. Mengingat layanan cuci darah tersebut, belum tersedia. Terdekat, harus ke RSUD Bangil," katanya.
Retno menjelaskan, kondisi ini membuat layanan cuci darah di RSUD Bangil selalu penuh.
Setiap harinya, masyarakat harus mengantre. Rencananya, pelayanan hemodialisa ini, akan memanfaatkan bangunan RSUD Grati yang sempat digunakan untuk pelayanan Covid-19 lalu.
"Yang jelas akan dipenuhi tahun ini. Nanti lokasinya di lantai satu," tutur Retno tanpa menyebut nominal kebutuhan anggarannya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin