PROBOLINGGO, Radar Bromo- Kawasan sekitar Pasar Baru Kota Probolinggo terkesan kumuh.
Tidak hanya karena pedagang liar berjualan di trotoar. Penataan parkir yang amburadul, membuat kondisi pasar makin semrawut.
Pantauan radarbomo.jawapos.com, bahu jalan di sekeliling Pasar Baru dijadikan tempat parkir kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua, maupun roda empat.
Mulai dari Jalan Panglima Sudirman, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Praja Siaman, dan Jalan Pahlawan. Di Jalan Cut Nyak Dien misalnya, parkir dilakukan di sisi barat jalan.
Seharusnya, sisi timur jalan bebas dari parkir kendaraan. Kenyataannya, juru parkir (jukir) juga mengarahkan parkir di sisi timur jalan.
Bahkan, parkir motor di sisi timur tidak hanya dilakukan satu baris. Namun, sampai dua atau tiga baris motor.
Sedangkan di sisi barat, parkir hanya dilakukan satu baris motor. Akibatnya, badan jalan untuk kendaraan yang melintas hanya cukup digunakan untuk kendaraan roda empat.
Padahal, Jalan Cut Nyak Dien memiliki lebar sekitar 7 meter. Cukup luas untuk dilalui lebih dari satu kendaraan roda empat.
Hal serupa terjadi di Jalan Panglima Sudirman. Di sini, parkir tepi jalan dilakukan di bagian selatan dan utara bahu jalan.
Sehingga, mengurangi lebar badan jalan dan membuat ruas jalan untuk kendaran melintas semakin sempit. Memicu kemacetan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman di depan Pasar Baru.
Bebun, salah satu jukir di Pasar Baru mengatakan, dia tahu seharusnya parkir motor hanya menggunakan sisi barat jalan. Namun, jumlah motor yang parkir sangat banyak.
Sehingga, membuat satu ruas jalan tidak cukup digunakan untuk parkir. Akhirnya, parkir motor juga menggunakan sisi timur jalan.
Apalagi menurutnya, pengawas parkir sudah mengizinkan. Sehingga, dia pun sebagai jukir melakukanya.
“Sisi barat jalan itu memang nggak boleh parkir dua baris. Tapi karena nggak cukup, akhirnya di sisi timur dipakai untuk parkir juga,” katanya.
Kabid LLAJ di Dishub Kota Probolinggo Muhammad Dahroji mengatakan, parkir di Jalan Cut Nyak Dien memang hanya diperbolehkan menggunakan sisi barat jalan.
Namun, kadang pengunjung pasar yang memaksa untuk parkir di sisi timur. Mungkin karena dinilai lebih praktis.
“Jalan Cut Nyak Dien itu hanya boleh parkir di sisi barat. Nanti akan kami tindak lanjuti. Kadang-kadang pengendara maksa parkir di timur. Mungkin karena praktis, lebih dekat pintu masuk,” katanya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi