PASURUAN, Radar Bromo- Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, masyarakat ramai menukarkan uang dengan uang baru. Kamis (13/3), sejumlah warga mendatangi mobil kas keliling milik Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Malang di Alun-Alun Kota Pasuruan.
Mereka berkesempatan untuk menukarkan uang mereka dengan uang baru. Namun, setiap orang dibatasi menukarkan uang baru senilai Rp 4,3 juta.
Rupanya, yang datang untuk menukarkan uang ini bukan hanya warga Kota Pasuruan. Justru banyak dari warga luar daerah. Bahkan, ada yang dari Kota Surabaya, Mojokerto, hingga Sidoarjo. Namun, kebetulan mereka bekerja di Kabupaten Pasuruan.
Penukaran uang baru di mobil kas keliling ini dibatasi 300 pendaftar. Sebelumnya, mereka harus mendaftar melalui aplikasi PINTAR. Setelah mendaftar tinggal membawa KTP saat menukarkan uang baru. Setiap orang hanya bisa menukarkan uang baru sekali.
Salah seorang penukar uang baru, Reza mengaku, sengaja datang dari Purwosari, Kabupaten Pasuruan, untuk menukarkan uang Rp 2,5 juta dengan pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000. Ia juga dititipi penukaran uang baru oleh sejumlah teman kerjanya.
“Tadi tidak semuanya kebagian. Rencananya ini mau tukar di bank untuk yang belum dapat," katanya.
Warga lainnya, Wanda, asal Kota Surabaya mengaku menukarkan uang Rp 3 juta dengan pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000. Tujuannya, untuk diberikan sebagai hadiah kepada anak-anak ketika Lebaran.
“Kemarin daftar secara online. Mumpung Lebaran, ingin memberi sama anak kecil yang main ke rumah," ujar perempuan yang mengaku bekerja di Kawasan Industri PIER, Bangil, ini.
Adanya aktivitas penukaran uang ini mendapatkan pengamanan ketat. Salah seorang petugas keamanan dari Kantor BI Perwakilan Malang M. Risal mengatakan, masyarakat bisa menukarkan uang baru pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, dan Rp 50.000. Tapi, satu orang hanya bisa melakukan sekali dan dibatasi Rp 4,3 juta. Untuk yang menukarkan di mobil kas BI sebanyak 300 orang.
“Bagi yang belum dapat, bisa menukarkan uang baru di bank yang bekerja sama dengan BI,” katanya. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando