BANGIL, Radar Bromo - Rencana Pemkab Pasuruan merevitalisasi Pasar Bangil menghadapi tantangan serius. Para pedagang liar semakin menjamur.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memberikan toleransi kepada para pedagang selama Ramadan. Namun, ia menegaskan, setelah Lebaran, kawasan pasar harus benar-benar tertib.
“Kami beri kesempatan selama Ramadan ini bisa tetap berjualan,” ujarnya.
Rusdi memahami, bahwa bulan suci ini menjadi ladang berkah bagi para pedagang untuk mengais rezeki. Namun, ia juga menegaskan, bahwa penertiban kawasan Pasar Bangil akan tetap dilakukan.
Terutama terhadap keberadaan pedagang di luar pasar yang semakin menjamur.
“Setelah Lebaran, kami harapkan tidak ada lagi PKL (pedagang kaki lima) yang berjualan di luar pasar,” katanya.
Keberadaan pedagang liar dinilai mengganggu arus lalu lintas dan dikeluhkan pedagang pasar yang membayar retribusi kepada pemerintah daerah. Selain itu, Pasar Bangil berdekatan dengan pintu keluar Tol Sidowayah, sehingga penataan yang baik menjadi penting.
“Pemerintah juga mesti memberikan kenyamanan,” ujarnya.
Pemkab Pasuruan telah menyiapkan anggaran Rp 450 juta dalam APBD 2025 untuk merealisasikan proyek revitalisasi Pasar Bangil.
Anggaran ini akan digunakan untuk menata wajah pasar agar lebih tertib dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang. (tom/rud)
Editor : Ronald Fernando