PASURUAN, Radar Bromo - Trotoar Jalan Sultan Agung, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, dikeluhkan.
Pasalnya trotoar setempat rusak dan sebagian ambles. Mereka menilai, trotoar ini membahayakan.
Trotoar yang rusak berada di utara jalan di seberang kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).
Mulai dari sisi timur BJ Perdana sepanjang 200 meter ke arah timur. Beberapa bagian trotoar tampak hancur.
Salah satu PKL yang berjualan di Jalan Sultan Agung, Bima Tataraga menyebut trotoar yang ada itu sangat membahayakan.
Jika digunakan untuk duduk oleh masyarakat atau pejalan kaki, dikhawatirkan bisa membahayakan. Sewaktu-waktu bisa ambles.
"Kami minta agar ada perhatian. Biar bisa diperbaiki oleh pemkot," kata pedagang yang sehari-harinya berjualan es ini.
Bima menyebut, kondisi aspal sudah rusak parah. Beberapa struktur bangunannya ada yang hancur. Dan jatuh ke bawah.
Jika dibiarkan, bisa mengganggu aliran drainase di bawahnya. Apalagi ini diketahuinya, sudah terjadi sejak lama.
"Semoga segera ada perhatian. Bisa-bisa drainase mampet dan tidak bisa mengalir lancar," tutur Bima.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko menyebut trotoar itu memang sudah berumur. Dibangun pada 2000.
Artinya telah berusia 25 tahun. Memang jika melihat kondisi, butuh diganti.
Namun penggantian jelas perlu tahapan. Ada usulan dari kelurahan dan diteruskan ke kecamatan.
Karena itu, paling memungkinkan diperbaiki melalui pemeliharaan rutin. Sehingga trotoar aman dilewati oleh pejalan kaki dan tampak sejajar.
"Nanti kami lakukan pemeliharaan ringan dulu. Minimal tidak membahayakan pejalan kaki," jelas Gustap. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin