PASURUAN, Radar Bromo - Indeks Keparahan Kemiskinan Kota Pasuruan pada 2024 mengalami penurunan.
Turun 0,21 poin dari tahun 2023. Menjadi 0,12 poin pada 2024. Ini menunjukkan penanganan kemiskinan di Kota Pasuruan berjalan baik.
Selama empat tahun terakhir, Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami fluktuatif. Naik turun.
Pada 2021 sebesar 0,27, lalu turun menjadi 0,22 pada 2022. Sempat naik 0,33 pada 2023 dan tahun lalu turun menjadi 0,12.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, Imam Sudarmaji menyebut Indeks Keparahan Kemiskinan turun 0,21 poin.
Dari 0,33 pada 2023 menjadi 0,12 pada 2024. Ini sebuah capaian positif usai sempat naik pada 2023.
Indeks Keparahan Kemiskinan menunjukkan perbedaan rata-rata tingkat pengeluaran per kapita dan per bulan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Sementara garis kemiskinan sebesar Rp 554.195,-.
Dengan penurunan Indeks Keparahan Kemiskinan, artinya perbedaan tingkat pengeluaran dengan garis kemiskinan semakin menyempit.
Kondisi ini menunjukkan, jika terjadi peningkatan daya beli masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.
"Artinya, program yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan berjalan baik. Sehingga daya beli masyatakat naik," kata Imam.
Kepala Diskominfotik Kota Pasuruan, Imam Subekti menyebut, penurunan Indeks Keparahan Kemiskinan menunjukkan jika program yang dijalankan pemkot berjalan baik.
Bantuan yang diserahkan pada masyarakat sudah tepat sasaran.
"Alhamdulillah program pengentasan kemiskinan di Kota Pasuruan berjalan baik. Bisa mengangkat daya beli mereka," terang Imam. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin