PASURUAN, Radar Bromo - Momen Ramadan membawa berkah bagi PKL yang berjualan di Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan. Omzet mereka naik hingga lipat dua.
Mereka berharap, agar Jalan Sultan Agung menjadi lokasi resmi pasar takjil.
Ketua paguyuban PKL Sultan Agung, Kurnia Asdin Maharani menyebut ada 170 PKL yang berjualan takjil selama Ramadan.
Mereka adalah gabungan PKL yang berjualan pada malam hari dan hari Minggu.
Ada yang berjualan buah, es, jajan basah, jajan kering, hingga nasi. Rata-rata pedagang mendapatkan omzet yang meningkat.
Jika hari biasa hanya Rp 400 ribu per hari, selama Ramadan bisa meraih Rp 1 juta.
"Alhamdulillah ramai. Mulai hari pertama, kenaikan omzet pedagang bisa lebih dari lipat dua," kata Rani-sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, pedagang berharap agar pemkot bisa lebih membantu menggaungkan pasar takjil ini.
Dengan menjadikan sebagai pasar takjil resmi. Seperti yang dilakukan pemkot sebelum pandemi lalu. Dengan begitu, diharapkan bisa lebih ramai.
Hal senada juga diutarakan oleh salah seorang pengurus paguyuban PKL Sultan Agung, Rudi.
Katanya, pihaknya ingin pemkot membantu meningkatkan omzet pedagang.
Misalnya dengan memasang penanda sebagai lokasi pasar takjil yang pernah dilakukan pemkot pada 2018-2019.
"Kalau dijadikan lokasi pasar takjil resmi, otomatis bisa lebih ramai. Omzet pedagang tambah banyak," sampainya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Heri Dwi Jatmiko menyebut pihaknya akan mendengar masukan pedagang.
Sejauh ini, lokasi yang memang diperbolehkan menjadi lokasi takjil, adalah Jalan Sultan Agung, Raden Patah hingga Alun-Alun Kota Pasuruan.
"Untuk lokasi lainnya boleh-boleh saja. Tidak ada larangan asal tertib dan tidak mengganggu masyarakat," tutur Heri. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin