KRATON, Radar Bromo- Aksi remaja di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, ini sangat meresahkan. Hanya gara-gara perang sarung, sejumlah barang rusak di tiga rumah warga di Desa Ngabar, kecamatan setempat.
Peristiwa ini terjadi Kamis (6/3) pukul 02.30 atau menjelang sahur. Tidak lama setelah itu, sebanyak enam remaja ditangkap polisi.
Mereka lantas diamankan ke Mapolres Pasuruan Kota untuk dimintai keterangan.
Empat dari enam remaja yang diamankan masih di bawah umur. Ketiganya warga Desa Lebaksari, Kecamatan Wonorejo. Yaitu, AA, 17; DS, 16; ID, 17; dan MA, 18.
Dua sisanya yaitu AM, 25, warga Desa Lebaksari, Wonorejo. Dan terakhir, MH, 19, warga Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo.
“Mereka saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polres Pasuruan Kota. Mereka harus bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga,” terang Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi.
Jun–panggilan akrab kasi humas–menjelaskan, perang sarung merupakan fenomena yang sedang tren saat ini di Kraton. Umumnya, perang dilakukan antara dua kelompok di perkampungan menjelang sahur .
Disebut perang sarung karena mereka menggunakan sarung sebagai senjata.
Sarung itu diikat bagian ujungnya hingga membentuk buntalan kecil. Buntalan kecil inilah yang kemudian dijadikan senjata untuk memukul lawan.
“Mereka yang kalah jumlah, biasanya lari dan bersembunyi di rumah-rumah warga. Dalam kasus ini, saat lari ke rumah warga itulah mereka merusak properti rumah tersebut,” lanjutnya.
Sedikitnya, tiga rumah rusak akibat perang sarung itu. Di antaranya, kaca dan perabotan banyak yang hancur. Sehingga, merugikan pemilik rumah.
Warga yang jadi korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Pasuruan Kota. Setelah mendapat laporan, petugas menurut Jun, langsung datang ke TKP saat itu juga.
“Saat petugas sampai di sana, ternyata perang sarung masih berlangsung. Sehingga, petugas langsung mengamankan enam remaja,” tuturnya.
Enam remaja yang diamankan ini berasal dari satu kelompok. Mereka diamankan karena diduga yang menyebabkan kerusakan di rumah warga.
Mengapa mereka sampai bisa merusak properti rumah? Saat terjadi perang sarung, menurut Jun, warga yang penasaran lantas keluar dari rumah. Di waktu yang bersamaan, salah satu kelompok terdesak.
Mereka lantas lari masuk ke rumah warga. Sementara kelompok yang lain mengejar.
Akhirnya, terjadi perang sarung di dalam rumah warga. Sehingga, mengakibatkan kerusakan di dalam rumah warga itu. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi