Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sebagian Siswa SDN Jeladri 1 Winongan Pasuruan Kembali Belajar di Sekolah, Ini Pesan Bupati Mas Rudi soal Penyegelan

Fahrizal Firmani • Jumat, 7 Maret 2025 | 03:55 WIB

 

 

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo (baju hitam) saat memantau aktivitas belajar mengajar di SDN Jeladri 1 Winongan di hari pertama masuk sekolah usai libur awal puasa. (Diskominfo for Radar Bromo)
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo (baju hitam) saat memantau aktivitas belajar mengajar di SDN Jeladri 1 Winongan di hari pertama masuk sekolah usai libur awal puasa. (Diskominfo for Radar Bromo)

WINONGAN, Radar Bromo –Keinginan siswa-siswi SDN Jeladri I Winongan, Kabupaten Pasuruan untuk kembali melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah akhirnya terwujud.

Hari pertama sekolah usai libur awal puasa itu menjadi momen yang membahagiakan bagi mereka.

Mulai Kamis (6/3), sebagian siswa-siswi sekolah itu kembali menempati ruang kelas.

Siswa kelas 4, 5, dan 6, kembali belajar di sekolah. Sedangkan siswa kelas 1, 2, dan 3, masih menempati rumah salah satu guru. Sebab, tiga ruang kelas sedang diperbaiki.

Tepat di hari pertama masuk sekolah itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bahkan mengunjungi SDN Jeladri I yang ada di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan itu.

Rusdi datang sekitar pukul 10.00, untuk memastikan hari pertama sekolah di bulan Ramadan itu berjalan dengan baik.

Juga untuk memastikan, tidak ada lagi penyegelan sekolah oleh ahli waris seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mas Rusdi–sapaannya–meminta agar guru, wali murid, dan pihak sekolah melapor kalau ada penyegelan lagi.

Sebab, pendidikan adalah program prioritas pemerintah. Hak siswa agar bisa mengenyam pendidikan harus diutamakan.

"Bagi pihak yang merasa berhak pada tanah dan bangunan ini, silakan melakukan class action dengan menempuh jalur hukum melalui pengadilan. Bukan menyegel atau merusak," kata Mas Rusdi.

Meski demikian, menurut Rusdi, saat ini bangunan sekolah yang bisa digunakan baru tiga ruang kelas saja. Yaitu, ruang kelas 4, 5, dan 6.

Sementara ruang kelas 1, 2, dan 3, saat ini sedang dalam perbaikan. Rusdi memastikan, perbaikan dilakukan secepatnya dalam bulan ini.

Dan selama perbaikan itu dilakukan, siswa kelas 1, 2, dan 3, belajar di luar gedung sekolah. Mereka belajar di rumah seorang guru setempat yaitu Edy Siswanto.

"Kami lakukan perbaikan secepatnya. Kalau bisa rampung dalam bulan depan maka bisa segera digunakan oleh siswa," tutur Rusdi.

Salah seorang wali murid, Ama mengaku senang anak-anak mereka bisa kembali menempati bangunan sekolah.

Sebab, belajar di ruang kelas jelas lebih nyaman. Sirkulasi udara bagus karena ruangan luas dan siswa tidak berdesakan.

"Kalau di rumah milik Pak Guru Edi itu harus berdesakan. Tidak ada kursi, memakai meja yang biasa digunakan untuk ngaji," tutur ibu dari siswa kelas 2, Muhammad Jiban itu.

Salah seorang siswa, Riska mengaku lebih suka belajar di sekolah daripada di rumah guru. Sebab, lebih dekat dengan rumahnya. Selain itu, ruangan di sekolah jauh lebih luas. Sehingga, tidak berdesakan.

"Senang belajar di sekolah. Ruangannya besar. Kalau di sini (di rumah guru) kecil," kata siswa kelas 2 yang memiliki cita-cita menjadi guru ini. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#hari pertama #bupati pasuruan #sengketa lahan #pasuruan #Rusdi Sutejo #Mas Rusdi #winongan #SDN Jeladri #libur awal puasa #sekolah