BUGUL KIDUL, Radar Bromo-Butuh anggaran tidak sedikit untuk menyelesaikan pembangunan Kawasan Makkah di Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Untuk menyelesaikan tiga segmen, kawasan wisata baru ini butuh anggaran Rp 80 miliar.
Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Katanya, kawasan Krampyangan ini memiliki empat segmen. Yang baru tergarap adalah segmen tiga.
Berupa miniatur Kakbah, Masjid Khas Krampyangan, dan areal pejalan kaki. Proyek itu bibangun lewat dana alokasi umum (DAU) provinsi.
Sementara tiga segmen lainnya, yakni segmen satu, dua, dan empat belum dikerjakan. Tiga segmen sisa ini untuk mendukung sarana prasarana di kawasan setempat.
Seperti tempat parkir, kios food court, sarana bermain dan olahraga hobi. Sementara segmen dua untuk areal sepak bola, jogging track, wall climbing, hingga skate park.
Saat ini, Pemkot Pasuruan sudah mengusulkan pada Pemprov Jatim untuk lanjutan pembangunannya. Pemenuhan fasilitas di kawasan wisata baru ini dipastikan tidak melibatkan APBD Kota Pasuruan. Melainkan melalui DAU provinsi. Total anggaran yang dibutuhkan Rp 80 miliar.
"Ada empat segmen. Yang baru digarap segmen tiga. Segmen satu, dua, dan empat belum. Butuh Rp 80 miliar untuk pemenuhannya," tutur Mas Adi–sapaan akrab wali kota–saat ditemui di sela-sela peresmian masjid di kawasan setempat.
Ia berharap kawasan wisata ini bisa rampung 2027 mendatang. Saat ini, pemkot sudah mengusulkan pada pemprov untuk melengkapi kekurangan sarana yang ada.
Sejauh ini pemkot masih menunggu usulan diterima. Namun, kawasan ini sudah bisa dipakai. Banyak sekolah yang mendaftar untuk melakukan latihan manasik pada siswa.
"Banyak sekolah di bawah Kemenag mengajukan diri. Kawasan wisata ini agar kota Pasuruan tidak kalah dengan kota Malang ataupun Kota Surabaya," jelas Mas Adi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Dyah Ermitasari menyebut, pemkot sudah mengajukan pengerjaan tahap dua.
Pengajuan dilakukan oleh Badan Perencanaan, Penelitian, Pembangunan, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda). Anggaran kebutuhan Rp 21 miliar.
Ia menyebut, usulan Rp 21 miliar itu untuk segmen I dan segmen II. Namun, jika disetujui lebih sedikit, maka akan dilihat mana yang butuh pengerjaan lebih dahulu. Tentu besaran uang yang diterima oleh kasda nantinya akan didetailkan melalui detail engineering design (DED).
"Nanti begitu usulan diterima, langsung ditransfer ke kas daerah. Berapa pun yang di acc dari pemprov, kami akan manfaatkan," tutur Mita, sapaan akrabnya. (riz/mie)
Proyek Multiyears Kawasan Makkah
===========================
Segmen I
-Melengkapi sejumlah sarana dan prasana (sarpras). Seperti tempat parkir, kios food court, sarana bermain dan olahraga hobi.
Segmen II
Pembangunan area sepak bola, jogging track, wall climbing, hingga sarana skate park.
Segmen III (Sudah tergarap)
Pembangunan miniatur Kakbah, Masjid Khas Krampyangan, dan areal pejalan kaki.
Proyek ini dibangun lewat dana alokasi umum (DAU) provinsi.
Segmen IV
Pembangunan taman agrowisata
Editor : Muhammad Fahmi