Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ada Motif Dendam di Balik Aksi Begal Motor PNS asal Nguling oleh Satu Keluarga asal Kejayan Pasuruan

Fuad Alyzen • Kamis, 6 Maret 2025 | 03:14 WIB

 

 

BARANG BUKTI: Sejumlah barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku. Inset kedua pelaku pasutri saat ditangkap. (Istimewa)
BARANG BUKTI: Sejumlah barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku. Inset kedua pelaku pasutri saat ditangkap. (Istimewa)
 

KEJAYAN, Radar Bromo-Aksi begal motor di Desa Kurung, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan telah terungkap. Dua pelaku yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) telah ditangkap.

Keduanya yaitu Muhamad Badrus Suhur, 21, warga Desa Oro Oro Pule dan Anisa Bahar, 19, warga Desa Kedungbong, Kecamatan Kejayan. Mereka ditangkap di rumah Anisa, Selasa (4/3) di Desa Kedungbong.

Sementara satu pelaku lain masih diburu. Namun, identitasnya sudah dikantongi polisi.

Polisi pun telah mendalami kasus begal motor itu. Diantaranya hubungan pelaku dengan korban Yahya, 56 yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) asal Kecamatan Nguling.

Rupanya, motif pembegalan motor itu bukan murni tindak pidana perampasan motor semata. Juga ada motif dendam di balik aksi pembegalan tersebut.

Kapolsek Kejayan AKP Bambang Soesilo menjelaskan, aksi kejahatan itu terjadi pada Minggu (2/2) karena motif dendam.

Korban Yahya ternyata sebelumnya sudah mengenal Anisa. Berdasarkan hasil interogasi sementara pada kedua terduga pelaku, Anisa diduga sebagai otak kejahatan begal ini.

Motifnya adalah dendam pribadi. Sebab, korban disebut-sebut sering menggoda pelaku Anisa.

Merasa tidak terima, korban lantas menceritakan hal ini pada suami dan kakaknya.

Anisa lantas merencanakan pembegalan pada korban dengan dibantu suami dan kakaknya itu.

Dari penangkapan keduanya, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yaitu, motor Honda Beat hitam milik terduga pelaku. Lalu, satu ponsel Oppo F11 milik korban yang sempat dikubur di belakang rumah pelaku, serta sebuah jaket hitam milik terduga pelaku.

“Namun, motor korban masih dibawa kabur oleh Rk yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” lanjut Bambang.

Kronologi Pembegalan

Aksi begal motor itu terjadi Minggu (2/3). Saat itu, sekitar pukul 22.00, Anisa mengajak korban Yahya ketemuan di Desa Kedungbong, Kejayan.

Anisa menghubungi korban melalui chat WhatsApp, sebab keduanya memang saling kenal.

Korban pun mengiyakan ajakan Anisa. Sebab, korban ingin mengenal Anisa lebih dalam. Kala itu korban tiba di Desa Kedungbong dengan mengendarai motor Honda Scoopy N 6374 VO.

Setelah tiba di lokasi yang disepakati, ternyata Anisa mengubah lokasi pertemuan.

Dia meminta korban untuk menemuinya di pinggir makam Dusun Tegalan, Desa Kurung, Kecamatan Kejayan. Alasannya, karena Anisa kehabisan bensin.

Korban pun menuruti saja permintaan Anisa. Dia langsung menuju Dusun Tegalan. Namun, saat sampai di pinggir makam, tiba-tiba korban dihadang dua pria bersenjata tajam.

Mereka tidak lain suami Anisa yaitu Muhamad Badrus Suhur atau Badrus. Dan kakak Anisa yaitu Rokhim. Tanpa basa-basi, kedua terduga pelaku langsung merampas motor korban.

Tidak hanya motor korban yang diambil. Ponsel korban juga ikut dirampas, yaitu Oppo F11. Korban pun ketakutan dan langsung melarikan diri. (zen/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#pns #istri #pasuruan #motor #Honda beat #scoopy #nguling #kejayan #begal #pasutri